
KAIMANANEWS.COM- Hingga tahun 2017, jumlah nelayan Kaimana yang mendapat perlindungan keselamatan diri, dalam bentuk asuransi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI adalah sebanyak 300 orang. Jumlah ini mengalami peningkatan dari Tahun 2016 sebesar 217 orang. Ratusan nelayan ini adalah nelayan yang sudah tergabung dalam forum Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang keberadaannya sudah disahkan.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Produksi Dinas Perikanan, Ika Damayanti pada kegiatan forum Kelompok Usaha Bersama Perikanan Tangkap Kaimana bertempat di Rumah Makan Belia, Jumat (3/11/2017) lalu. Kegiatan yang dibuka Sekretaris Dinas Perikanan, Elli Auwe, A.Pi ini, melibatkan 30 peserta perwakilan dari kelompok usaha bersama se-Kaimana.
Damayanti selaku ketua panitia Forum KUB menjelaskan, selain nelayan yang telah memperoleh asuransi, Tahun 2017 ini juga Kabupaten Kaimana mendapat alokasi 24 KUB. Dengan penambahan ini maka total KUB di Kabupaten Kaimana, terhitung sejak Tahun 2012 adalah sebanyak 74 KUB, yang tersebar pada 6 wilayah distrik. Terdiri dari; 47 KUB berstatus pemula, 23 madya dan 4 KUB sudah masuk dalam koperasi perikanan.
Kelompok usaha bersama ini sendiri jelas Ika Damayanti, merupakan badan usaha non berbadan hukum, yang dibentuk oleh nelayan berdasarkan hasil musyawarah seluruh anggota yang dilandasi oleh keinginan untuk berusaha bersama guna meningkatkan kesejahteraan anggota yang disahkan oleh institusi berwenang.
Terkait kegiatan forum KUB, Damayanti jelaskan, kegiatan ini bertujuan menumbuhkembangkan kemampuan kelompok usaha secara optimal dalam memenuhi kebutuhannya sendiri sesuai dengan visi dan misinya melalui pemanfaatan potensi sumber daya yang tersedia untuk kesejahteraan kelompok usaha bersama.
Dikatakan, masih terbatasnya kemampuan nelayan dalam mengakses sumber daya ikan, kurangnya akses terhadap modal usaha, kurangnya penguasaan teknologi penangkapan ikan yang efisien, kurangnya informasi tentang dinamika harga pasar mengakibatkan rendahnya tingkat pendapatan dan kesejahteraan nelayan. “Salah satu upaya yang ditempuh untuk meningkatkan kemampuan usaha perikanan tangkap adalah pembentukan forum KUB,” jelas Damayanti.
Kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Perikanan, Elli Auwe, A.Pi mewakili Kadis Perikanan mengatakan, forum KUB ini sangat efektif untuk membantu mengembangkan usaha para nelayan perikanan tangkap. Forum ini lanjut Elli, diharapkan dapat memberikan berbagai informasi terbaru tentang perikanan baik terkait alat penangkapan maupun teknologi dan infiormasi yang terus berkembang di zaman modern saat ini, sehingga para nelayan di daerah ini dapat bersaing dengan nelayan di daerah lainnya.
“Ini merupakan forum yang sangat efektif. Kami akui sampai saat ini belum optimal melakukan pendampingan terutama pada kelompok usaha bersama, tidak hanya nelayan tangkap tetapi juga kelompok budidaya. Memang secara umum kebijakan pimpinan daerah saat ini lebih kepada ikan budidaya. Tetapi di pasar kita belum jumpai komoditi hasil budidaya, yang ada mungkin yang dari rawa-rawa itu. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami dinas teknis,” aku Elli.
Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, Ir. Jainur Manurung dari Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ahmad Sobari dari Pusat Penyuluhan Perikanan Jakarta, dan Samuel Kontjol, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat. (ant/bel)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik