
PULUHAN warga yang tergabung dalam Gerakan Musyawarah Anak Adat Papua (GMAAP) menggelar aksi demontrasi menolak hasil seleksi CPNS formasi tahun 2018 yang telah diumumkan Pemerintah Daerah Jumat (5/3/2021) lalu.
Aksi demo yang dimulai dari titik kumpul Kantor Dewan Adat Papua Wilayah Bomberay Kaimana ini bertujuan mempertanyakan adanya dugaan kejanggalan dalam penentuan kelulusan CPNS yang dinilainya syarat kepentingan.
Sebelum menyampaikan aspirasinya, para pendemo yang didukung penuh dewan adat Kaimana ini melakukan longmarch menuju Kantor BKPSDM.
Namun perjalanan mereka dihadang aparat Kepolisian yang sudah berjaga di ruas jalan menuju Kantor BKPSDM.
Penyampaian aspirasi pun hanya dilakukan di jalanan, tepatnya di jembatan sebelum kantor BKPSDM.
Hadir menerima kehadiran para pendemo Wakil Bupati Ismail Sirfefa, S.Sod, MH, Pj Sekda Luthet Rumpumbo, S.Pd, MM, Plt. Kepala BKPSDM Olivia Ansanay, S.STP, MA dan lainnya. |RED|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik