
KAIMANANEWS.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat menggelar sosialisasi promosi kesehatan reproduksi dan penanganan stunting di Kabupaten Kaimana.
Kegiatan ini diikuti kurang lebih 40 peserta, terdiri dari Bidan, perwakilan OPD, Puskesmas dan perwakilan Kader PKK bertempat di Meeting Room Kaimana Beach Hotel, Kamis (15/9/2022).
Plh. Kepala BKKBN Provinsi Papua Barat, Stefanus Rande, SH menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan peran stakeholder dalam promosi kesehatan reproduksi anak dan penguatan pengelolaan pelayanan KB Faskes, jaringan dan jejaring.
“BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dalam rangka menyebarluaskan program KB, kita perlu bekerjasama dengan stakeholder, dan lintas sektor baik yang ada ditingkat provinsi hingga di kabupaten/kota,” ujar Stefanus.

Ia menambahkan, kondisi Kabupaten Kaimana saat ini berdasarkan data E-PPGBM (Elektronik Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) tentang Prevelensi Stunting di Papua Barat per Juni 2022, berada diatas standar nasional yaitu 27.23 persen.
Dalam rangka menekan angka stunting, pihaknya telah melakukan audit stunting untuk menyaring data anak-anak yang terindikasi stunting. Data diambil untuk kemudian akan dibahas bersama tim pakar.
“Data ini untuk diteliti sampai mana stunting anak-anak ini. Jika indikasinya soal gizi akan kita rujukan pada lembaga berkompeten seperti Dinas Kesehatan. Jika stunting karena kondisi lingkungan, misalkan sanitasi atau lainnya kita rujuk ke kementerian atau lembaga yang menangani hal ini,” tuturnya.
Mendukung kegiatan ini, BKKBN menghadirkan empat narasumber dengan fokus materi antara lain; manajemen kasus stunting dalam upaya pencegahan dan intervensi kasus stunting; peningkatan status gizi bagi Catin, Bumil, Bulin dan Anak; kesehatan ibu hamil dan pasca bersalin; pemantauan tumbuh kembang dan pencegahan penyakit infeksi pada anak dan pola asuh keluarga sejahtera. |FSJ|RED|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik