SEDIKITNYA 78 guru dan kepala sekolah dari 20 SMP Negeri dan Swasta serta MTS se-Kaimana mengikuti Bimbingan Teknis Kurikulum 2013 yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Kaimana. Kegiatan yang akan berlangsung 7-9 September 2019 ini dibuka Asisten I Setda Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Pertemuan GPI Rehobot ini bertujuan untuk memberikan bekal kepada para kepala sekolah dan guru dalam menyusun dokumen I, II dan III kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Ketua Panitia Bintek Semuel Wayega, S.Pd dalam laporannya menjelaskan, hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah agar guru dapat mengidentifikasi permasalahan yang muncul dalam implementasi Kurikulum 2013, serta dapat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 dan melakukan penilaian otentik.

Sementara Asisten I, Luther Rumpumbo dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Bintek seperti ini sudah sering dilakukan Dinas PPO, namun banyak yang belum benar-benar memahaminya. Olehnya ia meminta setiap perwakilan sekolah agar mengikutinya dengan baik dan mensosialisasikannya kepada guru-guru lain yang tidak terlibat dalam kegiatan Bintek.
”Dinas sudah sering melaksanakan kegiatan seperti ini, bahkah sejak saya masih menjabat kepala dinas dulu. Namun tidak sedikit pula guru yang mengeluh karena belum mengerti penyusunan K-13 ini. Oleh karena itu, harap setiap guru yang diutus mewakili sekolah dapat menjelaskannya kepada guru-guru lain di sekolah masing-masing,” ujar mantan Kepala Dinas PPO ini.
Dikatakan, dengan kurikulum 2013 ini, guru harus bisa melakukan inovasi dalam media pembelajaran, dengan tujuan untuk menyenangkan anak-anak yang didik sehingga tidak bosan dalam menerima pelajaran. Jika kurikulum 2013 ini dilaksanakan dengan baik lanjutnya, akan memberikan efek positif bagi meningkatnya kosentrasi siswa terhadap mata pelajaran.
Luther ingatkan, guru merupakan kunci utama dalam menciptakan anak didik yang berkualitas. Olehnya guru harus dapat mencintai profesinya dan harus memiliki kemampuan untuk merangkul siswa. “Harus mencintai profesi sebagai guru. Bagaimana menemukan inovasi dalam proses pembelajaran sehingga murid tidak merasa bosan,” ungkapnya. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik