
KAIMANANEWS.COM – Identitas Kependudukan Digital (IKD) bukan sekadar inovasi, melainkan langkah krusial dalam mentransformasikan pelayanan publik menjadi lebih efektif, efisien dan terintegrasi di era digital.
Untuk itu, semua pihak yang telah melakukan aktivasi IKD agar dapat menjadi duta-duta yang mampu menyebarluaskan informasi tentang pentingnya memiliki identitas digital kepada keluarga, tetangga dan komunitas sekitar.
Demikian Bupati Kaimana melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Kaimana, Yakob Ahimsa Irre Warere pada pembukaan kegiatan Sosialisasi dan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Launching Pendataan Orang Asli Papua (OAP) yang digelar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua Barat, Kamis (16/10/2025).
Bupati berharap, rangkaian sosialisasi dan aktivasi IKD, serta peluncuran pendataan OAP ini memberikan manfaat nyata bagi percepatan digitalisasi pelayanan, dan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berkeadilan di Kabupaten Kaimana.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal kesadaran kolektif untuk bertransformasi ke arah digital. Saya berharap, setelah aktivasi IKD hari ini, para peserta sosialisasi dapat menjadi duta-duta informasi yang menyebarluaskan pentingnya memiliki identitas digital kepada keluarga, tetangga dan komunitas sekitar,” ujarnya.

Orang nomor satu Kaimana ini juga menyebut, IKD hadir sebagai jawaban atas tantangan birokrasi konvensional, menggantikan KTP-el fisik dengan versi digital yang aman dan dapat diakses melalui perangkat gawai.
“Ini adalah fondasi utama bagi e-Government di Kaimana, yang akan memudahkan masyarakat mengakses layanan lintas sektor, mulai dari perbankan, kesehatan, hingga pemilihan umum,” imbuhnya seraya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua Barat dan Kaimana yang telah melaksanakan kegiatan ini.
Lebih jauh Bupati juga menjelaskan, launching pendataan Orang Asli Papua menandai keseriusan Pemerintah Kabupaten Kaimana untuk memiliki basis data yang komprehensif, akurat, dan terpilah mengenai populasi OAP. Data kependudukan yang valid adalah jantung dari tata kelola pemerintahan yang baik dan menjadi instrumen utama dalam merumuskan kebijakan Afirmasi dan Otonomi Khusus yang tepat sasaran.
“Tanpa data OAP yang akurat, sulit bagi kita untuk mengukur sejauh mana intervensi program telah mencapai kelompok sasaran yang paling membutuhkan di Kaimana. Oleh karena itu, kami tegaskan, pentingnya data OAP bagi pembangunan Kaimana tidak dapat ditawar lagi,” ujar Bupati.
Sementara terkait Kartu Identitas Anak (KIA), Bupati jelaskan bahwa KIA adalah pengakuan formal negara terhadap hak identitas anak, yang akan menjamin mereka mendapatkan akses layanan publik secara mandiri sejak dini. Program ini merupakan investasi jangka panjang kita untuk mempersiapkan generasi emas Kaimana.
Untuk mensukseskan aktivasi IKD, Bupati secara khusus meminta jajaran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kaimana untuk terus berinovasi dan gencar melakukan edukasi serta pelayanan aktivasi IKD secara proaktif, hingga menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok kampung. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik