
DINAS Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kaimana belum lama ini, melatih 50 remaja jalur pendidikan dan jalur masyarakat untuk menjadi konselor sebaya sebagai strategi pemecahan masalah remaja.
Pelatihan yang dilaksanakan di Kaimana Beach Hotel, Rabu (18/11/202) ini, dibuka Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan KB, Yosias Bari, S.Sos.
Dalam sambutannya, Yosias mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan karena hasil penelitian secara nasional menunjukkan bahwa Bimbingan Konseling (BK) yang ada di sekolah-sekolah, dianggap sebagai lembaga pengadil bagi prilaku negatif siswa, sehingga siswa cenderung menghindar.
Hasil penelitian juga menyimpulkan, bahwa siswa mempunyai persepsi yang negatif terhadap guru BK. Penelitian lainnya juga menyebutkan, hanya 10% pelajar yang mempunyai persepsi positif tentang bimbingan konseling.
Siswa lebih membutuhkan sahabat yang mampu menemani dan menyelesaikan permasalahannya, ketimbang guru BK. Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah strategi pengelolaan bimbingan konseling yang baru untuk membantu siswa dalam memecahkan permasalahan yang dihadapinya.
Merespon permasalahan ini ujar Yosias, Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kaimana mengembangkan program Generasi Berencana (GenRe) melalui pembentukan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja jalur pendidikan dan konselor sebaya yang dikelola oleh dan untuk remaja.
“Setelah mengikuti pelatihan konselor sebaya ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan program GenRe, pendewasaan usia perkawinan, mengetahui Triad KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) dan mengaplikasikan ilmu sebagai konselor sebaya,” tutup Yosias. |TOB|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik