
KETUA Tim 1000 Orang Key untuk TERKABUL (Freddy Thie-Hasbulla Furuada), Imanuel Rahail, mengatakan, mengelola pemerintahan bukan hal yang sulit, karena semua sudah tersedia, baik dana maupun perangkat dan aturan.
Yang sulit adalah bagaimana menjadikan uang 10.000 menjadi 100.000 untuk kelangsungan usaha dan kesejahteraan banyak orang, seperti yang dilakukan Freddy Thie sehingga bisa sukses seperti saat ini.
“Freddy Thie memang bukan sarjana. Dia tidak pernah duduk di kursi pemerintahan. Tapi urus Pemerintahan itu paling gampang. Setelah jadi Bupati, uangnya sudah ada, perangkat pembantunya sudah ada, aturannya juga sudah ada. Ada DAU, ada DAK dan segala macam. Tinggal diusulkan kemudian dengan DPRD duduk bicara. Gampang! Gampang! Gampang! Yang susah itu bagaimana membuat uang 10.000 menjadi 100.000. Kemampuan itu ada di Freddy Thie,” teriak Imanuel ketika menyampaikan orasi politik di Kampung Trikora.
Mantan anggota DPRD Kaimana, Fakfak dan DPRD Provinsi Papua Barat ini juga mengatakan, selain memiliki kemampuan memimpin, Freddy Thie dan Hasbulla Furuada juga merupakan sosok yang rela berkorban dan benar-benar terpanggil untuk membangun negeri ini dengan berani meninggalkan piring makan sebagai ASN dan pengusaha untuk membangun negeri ini.
“Hasbulla ini dia ASN, belasan tahun lagi baru pensiun. Tetapi hari ini dia buka baju dinas dan kemudian meninggalkan piring makannya demi rakyat. Freddy Thie juga sama, dia lahir dan besar di Kaimana, dia ikuti perkembangan Kaimana. Dia buka usaha, dia bantu masyarakat. Dan itu terasa saat Corona, saat kapal dan pesawat tidak masuk Kaimana, tapi dengan kapal miliknya dia memberikan kekuatan, keteguhan kepada masyarakat bahwa pasokan bahan kebutuhan pokok tetap tersedia. Kalau dengan kemampuan sendiri dia bisa membantu masyarakat, apalagi ketika duduk di pemerintahan. Ketika dia memiliki kuasa untuk mengatur, maka dia pasti akan mengatur semuanya menjadi baik,” ujar Imanuel.
Dikatakan, tidak ada lagi yang perlu diragukan dari Freddy dan Hasbulla. Keduanya telah menggadaikan piring makannya dan membiarkannya pecah demi mempersembahkan jiwa raganya untuk negeri ini.
“Mari kita pilih nomor 1 pada 9 Desember 2020. Kita pilih yang muda, yang energik untuk menghadirkan perubahan di negeri ini,” tutup Imanuel disambut pekikan Perubahan Harga Mati dari ratusan massa pendukung dan simpatisan. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik