
RIBUAN massa pendukung pasangan Freddy Thie dan Hasbullah Furuada (Terkabul) akhirnya pulang dengan rasa kecewa akibat kampanye akbar calon Bupati dan Wakil Bupati idola mereka dibubarkan oleh pihak Kepolisian, Sabtu (28/11/2020).
Pembubaran yang diawali pendekatan persuasif ini dilakukan karena massa yang hadir di lokasi kegiatan melebihi jumlah yang telah ditetapkan berdasarkan peraturan KPU, serta terjadi kerumunan massa pada beberapa titik disepanjang pantai Bantemi yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.
Pantauan KaimanaNews.Com, pada Pukul 12.30 WIT, ribuan warga yang berkumpul sejak Pukul 8.00 WIT ini mulai meninggalkan lokasi kampanye. Meski kecewa, mereka tetap semangat memenangkan pasangan Terkabul dan menyambut perubahan.
Kecewa akibat tidak sempat mendengar orasi politik terakhir dari sang idola ini, tidak hanya dirasakan warga kota, tetapi ratusan warga dari Kampung Namatota dan lainnya yang datang menggunakan kurang lebih 50 unit longboat juga merasakan hal yang sama. Mereka akhirnya kembali menaiki longboat dan berlayar pulang ke kampung masing-masing.
Upaya pembubaran ini disambut baik oleh Calon Bupati dan Wakil Bupati Freddy Thie dan Hasbullah Furuada. Tanpa perlawanan, keduanya dengan ikhlas meminta para pendukung untuk meninggalkan lokasi kampanye, setelah terlebih dahulu mengarahkan para pendukung menikmati makan yang sudah disediakan.

“Tidak adanya kegiatan hari ini bukan berarti kita kalah. Kita yakin dan percaya bahwa Terkabul pasti menang. Untuk itu saya menghimbau kepada bapak-ibu basudara semua, kita hari ini tidak ada kegiatan, nanti kita doa makan saja. Setelah selesai makan, saya himbau kita kembali secara tertib ke rumah kita masing-masing,” ajak Cabup Freddy disambut tepuk tangan setuju dari ribuan pendukung.
Freddy yang didampingi Cawabup Hasbulla dan tim pemenangan juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung dan perwakilan suku nusantara yang tidak mendapat ruang menyampaikan aspirasi dukungan. Freddy mengajak para pendukung agar tidak terprovokasi oleh hal-hal yang merusak ikatan persaudaraan.
“Kita yang cinta negeri ini, cinta Kaimana ini, saya mohon kita jaga sama-sama. Kaimana ini milik kita semua. Kaimana ini untuk kita semua. Jadi jangan kecewa, karena Tuhan saja bilang barang siapa tampar pipi kanan, kasih juga pipi kiri,” ucap Freddy menenangkan massa pendukungnya.
Menutup orasi singkatnya, Freddy mengajak seluruh pendukungnya untuk ikut membantu tugas aparat, terutama dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kaimana agar tetap kondusif.
“Saya menghimbau kepada kita semua pendukung Terkabul, tolong bantu jaga aparat, baik di kota maupun di kampung-kampung. Kita wajib menjaga keamanan ini, bukan hanya di kota tetapi di kampung-kampung supaya negeri yang kita cintai ini tetap aman, terkendali dan kondusif demi kita semua,” tutupnya.
Sebelumnya, kepada awak media Kapolres Kaimana, Iwan P. Manurung, SIK tegaskan, tidak akan tebang pilih dalam melakukan penertiban dan pembubaran jika terjadi kerumunan massa pada saat kampanye ataupun tahapan Pilkada lainnya.
Kapolres mencontohkan, pernah melakukan tindakan pembubaran terhadap aksi kerumunan yang dilakukan tim pala hitam ketika melakukan kampanye untuk pasangan Risma beberapa waktu lalu.
“Sudah berkali-kali ditegaskan dan diperintahkan oleh Kapolri maupun Kapolda bahwa seluruh jajaran yang melaksanakan tugas pengamanan Pilkada agar tidak ragu-ragu apabila menemukan kerumunan pada saat kampanye atau tahapan Pilkada. Silahkan koordinasikan dan tidak perlu ada kerumunan, kalau perlu dibubarkan. Dan ini akan diperlakukan betul-betul sama, baik untuk Biru ataupun Merah.Waktu itu, saat deklarasi yang dilakukan tim merah, itu kami bubarkan. Kita intervensi dengan tidak boleh ada kerumunan dan arak-arakan,” tegasnya. |RED|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik