
KURANG lebih 3 tahun lamanya, sejak tahun 2018, penyelenggaraan pendidikan di SDN Weswasa, Kampung Weswasa, Distrik Teluk Arguni, baik kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun ujian nasional (UN) dikendalikan oleh guru honorer.
Sementara kepala sekolah tidak pernah berada di tempat untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin maupun tenaga pendidik. Ia disebutkan menetap di kota dan ketika UN tiba hanya sehari berada di kampung.
Persoalan ini diungkap Ketua Bamuskam Kampung Weswasa, Salmon Waita saat menghadiri Sosialisasi Program UPTD KKPD TWP Arguni di Gedung Serbaguna Distrik Teluk Arguni, Selasa (12/4/2021).
Menurutnya, kegiatan belajar mengajar selama kurang lebih tiga tahun terakhir hingga saat ini, dilaksanakan oleh tiga guru honorer. Mereka melakukannya karena terpanggil untuk mencerdaskan anak-anak Weswasa.
“Sekolah sampai saat ini dibuka oleh 3 orang tenaga honor. Sementra kepala sekolahnya tidak pernah hadir mulai dari tahun 2018 sampai dengan saat ini,” ungkap Ketua Bamuskam Salmon Waita.
Dijelaskan, selain tidak pernah turun melakukan kontrol kegiatan belajar mengajar, oknum kepala sekolah juga tidak maksimal mengurus pelaksanaan ujian nasional. ”Ujian nasional dia pernah datang, tapi hanya sehari setelah itu pulang lagi ke kota,” ungkapnya.
Salmon akui, sudah pernah melaporkan persoalan ini ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, namun sampai saat ini belum ada respon atau tindakan apapun.
Ia berharap kondisi seperti ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan meminta Dinas Pendidikan segera mengambil langkah tegas dengan memberikan peringatan khusus kepada oknum guru yang tidak disiplin dalam melaksanakan tugas.
“Dinas jangan masa bodoh dengan persoalan ini, tapi harus melakukan pengontrolan ke setiap sekolah jangan sampai kejadian yang sama terjadi juga di sekolah lain. Jangan sampai semua pekerjaan dibebankan kepada guru honor,” tegasnya. |DAR|KN1|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik