
PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Kaimana, Freddy Thie dan Hasbullah Furuada berkomitmen, jika dipercayakan memimpin Kaimana, akan memberdayakan masyarakat dalam semua sektor pembangunan.
Pasangan dengan jargon TERKABUL (Tuhan Engkau Restui KAibus (Freddy Thie) dan hasBULlah) ini, tidak ingin masyarakat hanya sebagai penonton atau menjadi obyek pembangunan, tetapi harus menjadi subyek atau pelaku dari pembangunan itu sendiri.
Keduanya juga akan secara maksimal memberdayakan masyarakat, terutama OAP/OAK (Orang Asli Papua/Kaimana) dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki agar semangat otonomi khusus menjadi tuan di negerinya sendiri benar-benar terlaksana.
“Salah satu dari visi misi kami membangun Kaimana kedepan adalah memaksimalkan pemberdayaan masyarakat, terlebih khusus OAP/OAK. Kami ingin menjadikan mereka tuan di negerinya sendiri. Mereka akan secara maksimal kami dorong mengelola potensi sumber daya alam yang ada disekitar untuk kesejahteraan hidup mereka sendiri,” ungkap Cabup Fredy Thie ketika bertemu wartawan belum lama ini.
Disebutkan, banyak potensi sumber daya alam di Kaimana yang berpeluang meningkatkan pendapatan masyarakat. Diantaranya; potensi pariwisata, perikanan dan komoditas pertanian dan lainnya, yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
“Kaimana punya potensi pariwisata yang cukup menjanjikan. Jangan sampai potensi ini tumbuh tanpa memberikan efek positif yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat. Kaimana juga punya potensi perikanan, punya produk pala dan lainnya. Kami ingin agar potensi yang ada ini dikelola baik supaya hasilnya benar-benar bisa membantu masyarakat, minimal dalam mengatasi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi yang ada lanjut pengusaha sukses Kaimana ini, tidak cukup hanya dengan memberikan pelatihan, tetapi pendampingan dan penyuluhan secara berkelanjutan perlu dilakukan, sehingga selama proses pengelolaan berjalan, masyarakat menjadi termotivasi dan pada saatnya bisa mencapai kemandirian.
“Tidak cukup dengan sekedar memberikan pelatihan, lalu selanjutnya membiarkan masyarakat berusaha sendiri. Tetapi selama usahanya berjalan, pendampingan dan penyuluhan oleh tenaga khusus berkeahlian diperlukan supaya selain memotivasi masyarakat agar terus berjuang, juga agar masyarakat bisa melakukannya sendiri dan mencapai kemandirian,” ujar Freddy.
Ditambahkan, memandirikan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam yang dimiliki, tergantung pula pada kemampuan pemerintah untuk mengarahkannya. Pemerintah yang disebut sebagai agen perubahan, harus bisa menghadirkan program kegiatan yang bisa membantu masyarakat keluar dari persoalan hidup.
“Pemerintah itu siapa, ya kepala daerah. Bagaimana dia bisa menelurkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat sehingga masyarakat tidak lagi berteriak dan mengeluh karena kesusahan ekonomi. Ini salah satu yang akan menjadi fokus kami nanti. Supaya misi ini terlaksana kami mohon dukungan masyarakat Kaimana pada 9 Desember nanti,” tutupnya. |DAR|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik