
KAIMANA- Mengisi waktu lowong setelah ujian semester dan sebelum menerima rapor, SMPN 4 Kaimana yang beralamat di Kampung Sisir, melaksanakan aneka lomba dan pertandingan melibatkan siswa antar kelas.
Kegiatan yang dalam kelender pendidikan disebut sebagai classmeeting (kelas meeting) ini berlangsung sejak Kamis (6/12). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kreatifitas siswa-siswi.
Kepala SMPN 4, Bartjelina Ojanggai, S.Pd menjelaskan, untuk mengisi program classmeeting ini, SMPN 4 melaksanakan dua jenis kegiatan yakni pertandingan olahraga dan lomba karya seni dengan lokasi kegiatan di Bukit Honai SMPN 4.
Untuk bidang olahraga lanjutnya, cabang olahraga yang dilombakan adalah; bola volley putra dan putri, serta pertandingan futsal putra.
Sedangkan untuk karya seni, jenis kegiatan yang dilombakan adalah; lomba kelas indah, lomba penulisan majalah dinding (Mading), lomba indah honai dan merangkai bunga.
“Kegiatan ini memang ada dalam kalender pendidikan. Kami di SMPN 4 mengisinya dengan dua kegiatan yakni pertandingan olahraga dan lomba karya seni. Kegiatannya sudah dimulai sejak Kamis 6 Desember, dengan melibatkan siswa-siswa antar kelas,” terang guru yang hobby menganyam tas noken dan topi ini.

Ia berharap melalui kegiatan ini, bakat dan kreatifitas anak-anak di bidang olahraga dan seni terus megalami peningkatan, sehingga pada satu saat nanti mereka bisa tampil bersaing dengan anak-anak lainnya, minimal di tingkat daerah.
“Harapannya seperti itu. Mereka sesungguhnya sudah memiliki bakat dan ini yang ingin kami dorong supaya dengan kemampuan berkreasi itu, mereka bisa berinovasi, menciptakan hal baru. Sebagai bentuk dukungan, dalam kegiatan ini kami siapkan sejumlah hadiah sederhana,” ungkapnya.
Ditanya terkait pelaksanaan ujian sekolah, Bartjelina Ojanggai jelaskan, ujian sekolah telah dilaksanakan 3-6 Desember 2018. Khusus Kelas IX lanjutnya, keinginan pihak sekolah untuk menggelar ujian berbasis komputer belum dapat terlaksana karena keterbatasan fasilitas komputer dan listrik.
“Untuk kelas 9 kami memang berharap bisa menggunakan sistim komputer, tetapi karena keterbatasan sarana komputer maupun listrik, tahun ini ujiannya masih menggunakan sistim pensil dan kertas. Tapi tahun depan, untuk siswa kelas 8, kami akan upayakan menggelar ujian sekolah berbasis komputer,” tutupnya. (IWI)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik