
KAIMANANEWS.COM – Umat Katolik Paroki Santo Martinus Kaimana sejak 1 Mei 2025 menggelar Rally Rosario, sebuah prosesi keagamaan yang biasa dilakukan selama bulan Mei sebagai bentuk penghormatan kepada Maria, Ibunda Yesus.
Dalam prosesi ini, umat katolik dari lingkungan yang sudah dikunjungi melakukan perarakan arca Bunda Maria ke lingkungan berikutnya sambil melantunkan doa rosario untuk memohon kasih karunia Tuhan melalui Bunda Maria.
Seperti pada Rabu (14/5/2025) malam, umat Lingkungan Santa Theresia menyambut kedatangan arca Bunda Maria dengan tari-tarian, yang diarak umat Lingkungan Ave Bintang Laut (ABL) dengan cahaya obor dan lilin, serta iringan doa rosario.
Rally Rosario yang melintasi ruas jalan Lettu Idrus ini sendiri dilakukan setelah prosesi misa penghormatan di Lingkungan ABL yang dipimpin Pastor Paroki Santo Martinus Kaimana, Romo Stanislaus Jenambur, O.Carm, yang selanjutnya memimpin perarakan arca.
Pastor Stanislaus usai ibadah singkat penyambutan arca Bunda Maria di Lingkungan Santa Theresia menjelaskan, rally rosario yang sedang berlangsung ini, merupakan kegiatan untuk mengenang Bunda Maria yang peduli dan selalu ingin mengunjungi anak-anaknya.

Rally yang dilakukan dari lingkungan ke lingkungan ini, mengingatkan umat katolik tentang peran dan kepedulian Bunda Maria saat pesta perkawinan di Kanaan, yang meminta putraNya Yesus membantu tuan pesta yang kehabisan anggur, lalu Yesus menurutinya dengan mengubah air menjadi anggur.
Bunda Maria yang disimbolkan dalam bentuk arca atau patung lanjut Romo, merupakan sarana bagi umat Katolik untuk lebih fokus berdoa dan menghormati peran Bunda Maria dalam keselamatan manusia.
“Tapi ini bukan soal patungnya yang kita sambut, melainkan sosok pribadi Maria, bunda putra Allah Yesus Kristus yang disimbolkan dalam bentuk patung sebagai pengingat tentang peran Bunda Maria sebagai Ibu Yesus dan ibu bagi seluruh umat manusia,” terang Pastor asal Nusa Tenggara Timur ini.
Menurut Romo, Rally Rosario untuk Paroki Santo Martinus wilayah kota, akan berlangsung hingga tanggal 19 Mei sesuai jumlah lingkungan doa dan tanggal 20 Mei akan bertolak menuju Krooy untuk selanjutnya berputar di 10 lingkungan dalam wilayah Stasi Santo Ambrosius Krooy hingga tanggal 30 Mei dan pada 31 Mei akan dilakukan misa penutupan.
“Mengapa bulan Mei, karena bagi orang katolik, bulan Mei adalah bulan Maria dan Maria merupakan figur sentral dalam iman katolik,” pungkas Pastor dari Ordo Carmel ini. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik