Home / Berita Utama / Warga Arguni Kecewa, Berulang Kali Usul Bangun SMA Tidak Pernah Terealisasi

Warga Arguni Kecewa, Berulang Kali Usul Bangun SMA Tidak Pernah Terealisasi

Bagikan Artikel ini:

KERINDUAN masyarakat Arguni untuk memiliki satu buah SMA untuk mendekatkan pelayanan pendidikan kepada anak-anak usia sekolah di wilayah Teluk Arguni tak pernah terealisasikan. Padahal, usulan tersebut sudah seringkali disampaikan dalam Musyawarah Tingkat Distrik (Musdis) sejak tahun 2005 hingga 2017 lalu.

Masyarakat kecewa karena aspirasi mereka tak pernah didengar dan diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Dulu memang pernah kami sampaikan kepada pemerintah daerah untuk bangun satu SMA di Arguni untuk membantu pendidikan lanjutan dari anak-anak kami. Beberapa kali Musdis kami usulkan tapi tidak pernah terealisaskan. Bahkan Wakil Bupati Kaimana dan Wakil Gubernur pernah meninjau lokasi yang telah kami hibahkan tapi sampai hari ini tidak pernah terlaksana,” ujar Adnan Agasar mewakili masyarakat Arguni.

Baca Juga:  62 Tenaga Kesehatan di Kaimana Jalani Uji Kompetensi Jabatan Fungsional

Dikatakan, kehadiran SMA di wilayah Arguni sangat diharapkan oleh masyarakat, karena jumlah lulusan SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA cukup banyak. Dilihat dari luas wilayah lanjut dia, Arguni sangat layak dibangunkan satu SMA.

“Disini SMP sudah ada 3 dan SD sudah 24. Kami harapkan bangunan SMA dapat menyusul karena anak-anak yang sekolah di kota sulit dikontrol, biaya tranportasi dan biaya lainnya cukup tinggi, apalagi ada sebagian masyarakat yang harus sewa rumah untuk tempat tinggal anak-anaknya,” ungkap Adnan diamini warga lainnya disela menghadiri sosialisasi Jaga Laut, Minggu (11/4/2021).

Mereka juga menjelaskan, lahan yang dihibahkan oleh masyarakat untuk pembangunan SMA seluas 5 hektar dan sudah disampaikan pada Musdis. Namun sayang kesepakatan dalam Musdis tidak kunjung terealisasi hingga saat ini.

Baca Juga:  37 Personel Polres Kaimana Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Tentang Tanggung Jawab

“Kami sangat kecewa karena hasil Musdis untuk bangun SMA tak pernah terjawab. Pemerintah malah bangun di Sisir Dua padahal jarak Sisir dengan kota sangat dekat. Ini sama saja dengan kami yang pamiri tapi orang lain yang tanam,” ungkap warga kesal.

Senada dengan masyarakat, Kepala Distrik Teluk Arguni Septer Samaduda juga mengatakan, kehadiran SMA di wilayah Arguni memang sangat dibutuhkan. Namun aspirasi yang masyarakat sampaikan sebelum dirinya menjabat Kepala Distrik, tidak pernah ditanggapi oleh pemerintah sebelumnya.

“Memang setiap kali Musrenbang distrik telah dimasukan namun belum ada tindaklanjut dari kepala distrik sebelumnya. Makanya pada Musrenbang beberapa tahun terakhir, masyarakat tidak lagi bahas soal pembangunan SMA karena mereka sudah kecewa,” tutup Septer. |DAR|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DWP Kaimana Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Mempererat ikatan tali silahturahmi antar sesama anggota, Dharma Wanita Persatuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *