
KAIMANA- Dinas Kesehatan Kabupaten kaimana melalui Bidang Kesehatan Keluarga kembali menggelar pelatihan penanganan Asfiksia untuk mengatasi keadaan gawat darurat pada bayi baru lahir.
Pelatihan yang dilaksanakan di Belia Resto, 2-5 Oktober, dengan melibatkan 30 bidan ini dibuka Kepala Bidang Kesejahteraan Keluarga (Kesga) Dinas Kesehatan, Lily Haryati, S.Gz.
Kabid Kesga Lily Haryati saat membuka pelatihan, meminta seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan pelatihan secara baik, agar pelayanan terhadap para ibu hamil dan bayi kedepannya bisa berjalan lebih maksimal.
“Pelatihan ini merupakan wadah untuk kita menimbah dan menambah ilmu, sekaligus saling berbagi pengalaman dan memberikan masukan kepada sesama supaya pelayanan kedepannya bisa lebih baik,” ungkapnya.
Dikatakan, upaya menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi merupakan tugas dan tanggungjawab para bidan. Tugas ini dapat terlaksana dengan baik apabila para bidan memiliki pengetahuan yang cukup dalam menangani masalah ibu hamil dan bayi.
“Bidan harus pasang badan untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Harus bisa memastikan bahwa semua ibu hamil itu, harus hamil sehat, melahirkan selamat dan bayi juga sehat. Jangan jadikan alasan karena tempatnya jauh jadi tidak bisa tolong mereka. Mereka yang ditolong itu adalah generasi penerus yang harus sehat, kuat dan berkualitas supaya nanti bisa membangun negeri ini menjadi lebih baik,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak Bidang Kesga, Maria Katharina Adopak, A.Md.Keb menjelaskan, kegiatan ini bertujuan melatih kembali keterampilan para bidan agar kedepanm bisa lebih cepat dan tepat dalam mengatasi Asfiksia.
Ketua IBI Kaimana ini juga menjelaskan, pelatihan Asfiksia dilaksanakan karena angka kematian bayi baru lahir di Kabupaten Kaimana masih tinggi. Pada tahun 2014, jumlah kematian bayi mencapai 14 orang, tahun 2015 meningkat 22 orang, tahun 2016 bertambah lagi 24 orang.
Dikatakan, meskipun pada tahun 2017 jumlahnya berkurang dengan jumlah 17 orang dan 2018 sebanyak 14 orang, namun upaya antisipasi harus tetap dilaksanakan.
“Dengan pelatihan ini, diharapkan para bidan dapat lebih maksimal memberikan pelayanan kepada bayi baru lahir sesuai standar pelayanan. Ini penting supaya angka kematian bayi baru lahir di Kabupaten Kaimana bisa ditekan,” ungkapnya. (KN1)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik