
KAIMANA- Memaksimalkan pemanfaatan komoditas pala di Kabupaten Kaimana, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bekerjasama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT) Jakarta menggelar pelatihan pengolahan buah pala.
Pelatihan yang dipusatkan di Balai Pertanian Jalan Batu Putih Kaimana 12-15 November 2018 ini melibatkan 50 peserta perwakilan masyarakat dan penyuluh di Kabupaten Kaimana.
Kegiatan ini dibuka Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, serta menghadirkan 7 nara sumber masing-masing; 5 dari BPPT Jakarta yang diketuai Prof. Dr. Suyanto Pawiroharsono, serta 2 dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana.
Bupati Matias Mairuma dalam sambutannya mengatakan, pelatihan pengolahan daging buah pala ini sangat bermanfaat, meskipun sedikit terlambat karena sudah ada daerah yang menghasilkan produk dari bahan baku pala.
Namun disisi lain Bupati optimis, dengan sentuhan tangan para profesor sebagai instruktur dalam pelatihan ini, produk berbahan dasar buah pala yang dihasilkan masyarakat Kaimana berbeda dari yang lainnya.
“Kita harus membuka diri untuk menerima ilmu dari luar, terutama yang cocok dengan potensi daerah. Salah satunya pelatihan pengolahan buah pala yang merupakan komoditas unggulan kita di Kaimana. Saya harap dengan sentuhan tangan para professor ini, produk dari buah pala yang kita hasilkan bisa lebih bervariasi,” ujar Bupati.
Bupati juga berharap, selain pelatihan mengolah produk, para nara sumber juga bisa mengarahkan para peserta managemen usaha, sehingga hasil dari pelatihan ini, bisa memberikan nilai tambah bagi peningkatan kemampuan para peserta, untuk kedepannya bisa mengelola potensi buah pala bagi kesejahteraan hidup.
“Kalau kita bicara teknologi, bicara produksi, tata niaga, market dan bagaimana managemen pendapatan, tetap diujungnya harus ada kesejahteraan. Itu artinya selain berlatih mengolah, pohon pala juga harus tersedia banyak supaya usahanya berkelanjutan,” ujar Bupati sembari meminta Kepala Dinas Pertanian untuk memberikan bantuan bibit pala kepada peserta.

Di tempat yang sama, koordinator tim pelatih, Suyanto Pawiroharsono mengatakan, daging buah pala membawa manfaat besar bagi pengembangan usaha. Karenanya, ia mengajak para peserta pelatihan agar berinteraksi secara aktif selama pelatihan, sehingga ilmu yang dipelajari bisa diserap dan diterapkan.
“Kami berharap selama pelatihan ini, para peserta bisa berinteraksi secara aktif dengan nara sumber. Jika ada yang kurang atau kurang dimengerti agar silahkan bertanya sehingga hasil dari pelatihan ini bisa diserap, diterapkan dan sekembalinya ke rumah bisa menjadi pengusaha,” ujarnya. |CR11|IWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik