
KAIMANA- Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaimana, Kosmas Sarkol, S.Pd, mengingatkan pihak sekolah agar tidak memanipulasi data terkait kehadiran guru di sekolah, terutama guru-guru kontrak yang dalam waktu dekat akan menerima upah kerja selama setahun.
Hal ini penting karena Pemerintah Kabupaten Kaimana tidak membutuhkan guru malas yang hanya berorientasi pada uang dengan memanipulasi daftar hadir, tetapi guru berkualitas dan memiliki dedikasi serta loyalitas tinggi untuk bertugas di kampung-kampung.
Sarkol menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait sejumlah guru kontrak yang meninggalkan tugas mengajar akibat SK perpanjangan kontrak kerjanya belum terbit diikuti upah yang belum dibayar. Sarkol akui, alasan meninggalkan tugas mengajar akibat SK kontrak belum terbit dan honor belum dibayar, terjadi hampir di semua sekolah yang memperkerjakan guru kontrak.
“Hampir semua tempat dimana ada guru kontrak disitu pasti banyak terjadi alasan SK dan gaji belum dibayar. Pemerintah bukan tidak mau bayar, tapi mereka-mereka yang nota bene sudah punya SK dari tahun 2016/2017 itu Dinas Pendidikan minta serahkan data fisik yang dapat dipertanggungjawabkan. Kalau itu tidak ada, maka pemerintah tidak akan bayar,” tegas Sarkol, Selasa (13/11).
Data fisik dimaksud lanjut Sarkol, adalah berupa daftar hadir, SK pembagian tugas dari pihak sekolah dan lainnya. Untuk daftar hadir, diharapkan merupakan data riil dan bukan hasil manipulasi. Jika data fisik ini sudah dimiliki, maka Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga siap melakukan pembayaran, untuk kemudian langsung menghentikan kontrak.
“Absen-absen itu harus riil dan tidak boleh dimanipulasi. Kita pemerintah hanya mau mengakomodir mereka yang sudah punya SK, setelah bayar kita akan putus kontrak. Selanjutnya kita akan melakukan perjanjian kontrak baru terutama dengan mereka yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi untuk bertugas di kampung-kampung, karena kami akan benahi pendidikan dasar,” tegas Sarkol.
Lebih jauh Sarkol mengatakan, masyarakat di kampung-kampung membutuhkan pendidikan yang bermutu, sehingga tenaga pengajar yang dikirim bertugas ke kampung-kampung harus pula berkualitas dan professional dibidangnya.
“Mereka di kampung-kampung juga butuh pendidikan yang bermutu. Supaya ini terlaksana dengan baik, kita juga harus tempatkan tenaga-tenaga pengajar yang professional dan berkompeten untuk selain mengisi kekosongan guru, juga untuk membenahi pendidikan dasar di kampung-kampung,” pungkasnya. |CR10|IWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik