
KOTA SENJA- SMA Negeri I Kaimana, yang merupakan salah satu sekolah rujukan di Provinsi Papua Barat, mulai pekan depan akan secara efektif menerapkan kebijakan lima hari sekolah atau full day school. Untuk itu, mulai senin depan, siswa dan guru SMAN 1 akan berada di sekolah sejak Pukul 07.00 WIT hingga 16.00 WIT.
Kepala SMA Negeri I Kaimana, Yosafat Lamawuran menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi Cahaya Kaimana di Kantor SMA Negeri I, Rabu (19/7/2017). Dijelaskan, penerapan full day school ini akan efektif setelah tahapan sosialisasi kepada orangtua siswa selesai dilaksanakan.
Menurut Yosafat, sosialisasi yang dilaksanakan bertujuan menyamakan persepsi antara pihak sekolah dan orangtua siswa, berkaitan dengan jam masuk dan pulang sekolah, serta kebutuhan makan minum siswa-siswi pada siang hari maupun ketentuan lainnya. Langkah ini diperlukan agar pada saat aturan lima hari sekolah diberlakukan, tidak menimbulkan persoalan.
“Sosialisasi dengan orangtua siswa sudah kami lakukan. Dalam sosialisasi, pihak sekolah selain menjelaskan jam masuk dan pulang sekolah, serta jaminan keamanan bagi siswa-siswi dimana pihak sekolah akan memberlakukan sistim satu pintu, juga bersama-sama menyepakati makan-minum anak-anak pada siang hari. Kami sarankan para orangtua agar sebisa mungkin menyiapkan bekal anak dari rumah, disamping memanfaatkan layanan kantin sekolah,” jelas Yosafat.
Ditambahkan, peraturan full day school atau sekolah lima hari yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 akan tetap dilaksanakan, namun akan diterapkan secara bertahap. Untuk Provinsi Papua Barat, tahap pertama ini dilaksanakan oleh beberapa sekolah rujukan, salah satunya SMA Negeri I Kaimana, sekolah yang ketika berdiri puluhan tahun lalu, disebut sebagai ‘sekolah rawa kodok’ karena lokasinya yang berada diatas rawa dan diramaikan dengan suara kodok.
“Sebagai sekolah rujukan, kami di SMA Negeri I sudah diperintahkan untuk mulai melaksanakan sekolah lima hari pada tahun pelajaran 2017 ini. Berikutnya ada lagi, yaitu sekolah yang saat ini masih pada tahap sebagai sekolah model, seperti SMA YPPK Kaimana. Mereka satu tingkat dibawah sekolah rujukan, dan tahun depan akan terapkan lima hari sekolah. Intinya, implementasi full day school di SMAN I akan mulai efektif senin depan,” pungkasnya. ***
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik