KOTA SENJA- Masih tingginya angka kesakitan akibat vektor nyamuk di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana melatih 50 warga menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Pelatihan yang berlangsung 17-18 Juli 2017 ini, dibuka Kepala Dinas Kesehatan, Arifin Sirfefa, SKM,MM.
Jumantik ini sendiri dibentuk dengan tujuan; memberdayakan masyarakat dalam bidang kesehatan terutama penanggulangan penyakit yang diakibatkan oleh vektor nyamuk; menurunkan angka kesakitan dan angka kematian akibat penyakit yang disebabkan oleh vektor nyamuk; serta untuk eliminasi malaria dan filaria di Kabupaten Kaimana.
Kadis Arifin Sirfefa pada pembukaan pelatihan mengatakan, Kabupaten Kaimana merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat yang tingkat kerentanan terhadap penyakit akibat nyamuk cukup tinggi. Disebutkan pula, angka kesakitan akibat malaria di Kabupaten Kaimana masih tinggi dibanding beberapa daerah lainnya.
Olehnya ia berharap, juru pemantau jentik yang dibentuk ini, dapat mewujudkan serta mempercepat upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian, sekaligus mengeliminasi penyakit akibat vector nyamuk di wilayah Kabupaten Kaimana. Menurut Arifin, kehadiran Jumantik ditengah masyarakat sangat dibutuhkan karena Kaimana masih rentan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), chikungunya dan malaria.
Diakui, upaya penanggulangan baik secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif terhadap penyakit akibat vektor nyamuk ini telah dilakukan, salah satunya melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Namun upaya tersebut belum menampakkan hasil yang maksimal, akibat prilaku masyarakat yang kurang mendukung.
Terkait kegiatan ini, ketua panitia pelaksana yang juga selaku Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kaimana, drg. Aloysia Triratnawati, MPH menjelaskan, pelatihan dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktek. Teori dimaksud berupa kebijakan pemerintah dalam pengendalian penyakit, serta peran dan tugas kader Jumantik. Sedangkan prakteknya, peserta dilatih memberikan penyuluhan dan identifikasi jentik. ***
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik