
KAIMANANEWS.COM- Setelah sempat berhenti berlatih selama beberapa waktu lamanya, tari kolosal yang melibatkan 300 penari, perwakilan pelajar muslim dan kristiani Kota Kaimana, akhirnya kembali diaktifkan. Tari ini akan tampil dihadapan Presiden RI, Joko Widodo, pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XII se-Tanah Papua, yang akan berlangsung 15 September 2017.
Koordinator Seksi Acara, Yosaphat Lamawuran saat dikonfirmasi Kaimana News menjelaskan, tarian kolosal yang menceriterakan peradaban masyarakat Papua ini, akan ditampilkan pada acara inti pembukaan Pesparawi. Tari ini ditampilkan sebagai bentuk refleksi iman, bahwa injil sangat berpengaruh bagi perubahan pola hidup masyarakat Papua dahulu dan hari ini.
“Tari kolosal akan masuk dalam acara inti untuk ditonton oleh seluruh tamu dan juga Bapak Presiden. Setelah sempat terhenti, saat ini kita kembali maksimalkan latihan supaya bisa tampil maksimal juga pada pembukaan Pesparawi nanti,” jelas Lamawuran.
Terkait teknis persiapan, pelatih tari, Andi Absalom Bibireme, menjelaskan, tarian ini diberi nama ‘Tari Perdamaian’ yang mengisahkan tentang kehidupan orang Papua dahulu, yang suka berperang atau menyelesaikan masalah dengan kekerasan, hingga saling membunuh.
Namun setelah masuknya injil, kehidupan mereka yang penuh gertak gigi perlahan berubah, yang tadinya bertikai, bermusuhan satu sama lain, akhirnya berdamai. Kisah perjalanan hidup masyarakat Papua ini, ditampilkan satu demi satu dalam beberapa formasi tari. Setiap formasi, akan tampil dengan gerakan saling melindungi.
Tari ini lanjut Andi, akan dibawakan oleh 300 pelajar SMP, yang dipilih dari 3 sekolah dalam Kota Kaimana, masing-masing 50 orang dari SMP Yapis, YPK dan YPPK, serta 70 orang dari SMPN I dan SMPN III. Para penari akan diiringi musik tifa panjang yang dimainkan 10 musisi.
“Ada beberapa penari putri yang berhijab, itu tetap mereka kenakan untuk menunjukkan bahwa toleransi antar umat beragama disini cukup kental. Tetapi supaya bisa tampil seragam, semua nanti akan mengenakan asesories mahkota. Tarian akan dibagi dalam beberapa formasi, dengan ending saling memaafkan dan berdamai,” pungkas Andi. ***
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik