Home / Kesehatan / RSUD Kaimana Mencatat Pasien Anak dengan Gangguan Pernapasan Meningkat 30 Persen Sejak Karhutla

RSUD Kaimana Mencatat Pasien Anak dengan Gangguan Pernapasan Meningkat 30 Persen Sejak Karhutla

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Jumlah kunjungan pasien anak dengan keluhan pernapasan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kaimana mengalami peningkatan sejak terjadinya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dokter Poli Anak pada RSUD Kaimana, dr. Yudis Jayaprabhowo, Sp.A menyampaikan ini, Kamis (8/10/2026). Ia mengatakan, sejak terjadinya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, kunjungan pasien anak dengan keluhan gangguan pernapasan mengalami peningkatan 30 persen lebih tinggi dari biasanya.

Dari jumlah pasien yang ditanganinya sebut Dokter Yudis, didominasi oleh anak berumur dibawah 2 tahun. Kondisi ini disebabkan, selain saluran napas pada anak dengan usia tersebut belum sempurna, juga karena mereka belum bisa menggunakan masker, sehingga pada situasi tertentu seperti Karhutla, rentan terkena gangguan pernapasan.

“Untuk jumlah pastinya saya tidak hafal, tapi memang jumlah pasien anak sejak mulai Karhutla ini khusus yang kami tangani di Poli Anak RSUD Kaimana berkisar 20 sampai 30 persen lebih tinggi dari sebelumnya. Jumlahnya memang tidak yang membludak sekali, karena sebagian besar pasti sudah tertangani dengan baik di Puskesmas atau Pustu,” ungkapnya.

Baca Juga:  AKI dan AKB Masih Tinggi, Dinkes Kaimana Lakukan Verifikasi dan Analisis Data MPDN

Dokter spesialis anak ini lebih jauh mengajak para orang tua agar menjaga anak tetap dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela selama kabut asap berlangsung. Selain itu, ia juga meminta orang tua dapat menjaga kualitas udara dalam rumah dengan menghindari rokok, kompor gas/kayu bakar, perapian, lilin dan lainnya.

Asap Karhutla ini lanjutnya, mengandung partikel halus (PM2.5 dan PM10) berdiameter ≤2,5 mikron yang cukup kecil untuk menembus jauh hingga ke saluran napas bagian bawah, bahkan diserap masuk ke aliran darah, serta gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) hasil pembakaran biomassa.

Baca Juga:  Dinkes Kaimana Gelar Pertemuan Evaluasi Intervensi Spesifik Stunting

“Jika harus keluar rumah, anak berusia 2 tahun atau lebih usahakan pakai masker untuk mencegah menghirup partikel asap yang berbahaya, pakai kacamata untuk mencegah iritasi asap terhadap mata,” pesannya.

Yudis juga secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana yang telah mengambil langkah bijak dengan menerapkan aturan belajar dari rumah bagi anak-anak sekolah.

“Bersyukur sekali anak-anak sekolah sudah diliburkan. Ini sebuah langkah yang sangat baik dan saya sekaligus mewakili Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang telah mengambil langkah bijak untuk mencegah bertambahnya jumlah kasus Ispa pada anak dengan menerapkan aturan belajar dari rumah,” ucapnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

RSUD Kaimana Juga Sediakan Layanan THT, Saraf, Akupunktur dan Kejiwaan  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Tidak hanya layanan CT Scan dan Mammography yang baru saja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *