
KAIMANANEWS.COM – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengapresiasi Keputusan Pemkab Kaimana terkait Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi anak-anak sekolah untuk mengantisipasi ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Keputusan ini dinilai sangat tepat mengingat partikel dengan PM2.5 dari asap kebakaran hutan dapat hingga 10 kali lebih berbahaya bagi pernapasan anak dibanding PM2.5 dari sumber lain.
Hal ini disampaikan Dokter Spesialis Anak RSUD Kaimana, dr. Yudis Jayaprabhowo, Sp.A mrenindaklanjuti rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tentang Kebakaran Hutan dan Lahan.
Dijelaskan, asap Karhutla mengandung partikel halus (PM2.5 dan PM10) berdiameter ≤2,5 mikron yang cukup kecil untuk menembus jauh hingga ke saluran napas bagian bawah, bahkan diserap masuk ke aliran darah, serta gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO) hasil pembakaran biomassa.
Bagi anak-anak lanjut Dokter Yudis, kondisi ini berarti kualitas udara yang mereka hirup sehari-hari baik di dalam maupun luar rumah dapat memburuk secara signifikan dalam waktu singkat, bahkan di wilayah yang jauh dari titik kebakaran itu sendiri.

Menyikapi kabut asap yang terjadi di Kabupaten Kaimana, IDAI menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana yang telah mengeluarkan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh bagi anak-anak sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA/SMK untuk mencegah dampak dari kabut asap.
“Bersyukur sekali anak-anak sekolah sudah diliburkan. Ini sebuah langkah yang sangat bijak dan saya sekaligus mewakili Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaimana yang telah mengeluarkan kebijakan guna mencegah bertambahnya jumlah kasus Ispa pada anak dengan aturan pembelajaran jarak jauh,” ujarnya, Kamis (8/10/2026).
Ia mengajak anak-anak Kaimana untuk tetap berada di rumah, serta meminta para orang tua agar menjaga anak-anak tetap dalam rumah dengan menutup pintu dan jendela selama kabut asap berlangsung.
“Jika harus keluar rumah, pakai masker bila anak berusia 2 tahun atau lebih untuk mencegah menghirup partikel asap yang berbahaya,” pintanya sembari mengingatkan, apabila keluar rumah gunakan kacamata untuk mecegah iritasi asap terhadap mata. |isw|



KAIMANA NEWS Media Informasi Publik