
KAIMANANEWS.COM – Anggota DPRK Kaimana dari Fraksi Partai Demokrat, Matias Farisa mengingatkan Pemerintah Daerah untuk memikirkan tentang pengembangan atau peremajaan kembali tanaman sagu untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Pasalnya, Sagu selain merupakan makanan pokok tradisional yang sangat penting bagi kehidupan dan kebudayaan masyarakat di Tanah Papua, tetapi bisa dijadikan sebagai makanan pokok pengganti nasi.
Matias mengatakan ini setelah melihat kondisi riil di lapangan, dimana masyarakat membiarkan tanaman ini tumbuh tanpa diolah menjadi produk makanan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun dipasarkan dalam rangka meningkatkan pendapatan keluarga.
Ia juga mengatakan, kebutuhan bahan baku sagu untuk kensumsi rumah tangga atau bisnis kuliner masyarakat di Kabupaten Kaimana cukup tinggi, namun hasil produksinya rendah karena tidak banyak masyarakat yang tertarik untuk mengolahnya.
“Saya melihat potensi sagu yang sudah disiapkan oleh alam dan leluhur sebagai makanan pokok di negeri ini cukup tinggi, peminat untuk mengkonsumsinya juga cukup banyak, namun yang mengolah ini sudah semakin berkurang,” ujarnya di Gedung DPRK Kaimana, Kamis (24/9/2026).
Karenanya ia meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait untuk membantu mengarahkan masyarakat mengolah dan menkonsumsi sagu sebagai makanan pokok tanpa terus-terusan bergantung pada beras/nasi.
“Saya melihat bahwa sagu ini hampir ada di semua kampung, namun karena semua sudah terbiasa dengan beras sehingga tidak dirawat dengan baik dan lama kelamaan menjadi punah,” ucap anggota Komisi C DPRK Kaimana ini.
Ia juga meminta dinas untuk memikirkan tentang keberlangsungan tanaman ini agar tidak punah, dengan cara meremajakan atau mengembangkannya, karena apabila dibiarkan tumbuh liar di hutan akan berdampak pada kepunahan yang disebabkan banyak faktor, salah satunya kebakaran hutan seperti yang terjadi saat ini.
“Saya berharap pemerintah daerah harus sudah mulai memikirkan bagaimana meremajakan atau mengembangkan tanaman ini karena melihat kondisi hutan terbakar hari ini, dikhawatirkan tanaman ini akan punah karena dibiarkan tumbuh liar di hutan. Berharap teman-teman yang ada di Dinas Ketahanan Pangan bisa melihat ini,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik