Home / Berita Utama / MUI Kaimana Imbau Jangan Cederai Pilkada dengan Politik Bernuansa SARA

MUI Kaimana Imbau Jangan Cederai Pilkada dengan Politik Bernuansa SARA

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaimana, Papua Barat, Uztad Mohamad Zein Farisa mengimbau tidak mencederai Pilkada Kaimana dengan menyebarkan politik identintas bernuansa Suku, Agama dan Ras (SARA).

Penegasan ini disampaikan Ketua MUI Kaimana karena maraknya postingan bernuasa SARA di media sosial yang tidak menggambarkan kedewasaan masyarakat dalam berpolitik di Kabupaten Kaimana.

“Kami berharap dan menghimbau kepada semua masyarakat agar menjaga Kaimana dan tidak mencederai Pilkada Kaimana dengan politik identitas yang menjurus kepada masalah SARA yang nantinya akan membuat kerugian buat kita,” tegasnya kepada wartawan, Senin (30/9/2024).

Baca Juga:  Pemda Kaimana Beri Penghargaan kepada Empat Pejabat Purna Tugas, Bupati Ucap Terima Kasih

Dikatakan, penyebaran politik identitas bernuansa SARA di momentum kampanye Pilkada Kaimana akan berdampak buruk pada lunturnya rasa persaudaraan dan persatuan ditengah masyarakat.

“Jika ada yang mencederai Pilkada Kaimana dengan menggaungkan politik identitas SARA, tentunya dampak buruk akan dirasakan sendiri oleh kita selaku masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Dampingi Wagub Pulang Kaimana, Gubernur PBD: Saya Datang Mengucap Terima Kasih    

Ia berharap, pelaksanaan Pilkada Kaimana berjalan dengan damai dan lancar. Masyarakat juga diminta untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

“Oleh karena itu kami berharap kepada masyarakat dan semua elemen untuk menjaga suasana aman dan damai sehingga Pilkada bisa berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. |isw|

 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Keberangkatan 15 Jamaah Umroh Menuju Tanah Suci  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM– Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi keberangkatan 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *