Home / Berita Utama / Jalan dan Jembatan Putus, Bantuan Sembako Bencana Karhutla Kampung Pigo Masih Tertahan di Kensi

Jalan dan Jembatan Putus, Bantuan Sembako Bencana Karhutla Kampung Pigo Masih Tertahan di Kensi

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Bantuan bahan kebutuhan pokok untuk masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kampung Pigo, Distrik Teluk Arguni belum dapat disalurkan akibat jalan dan jembatan menuju kampung putus, tepatnya di kilometer 27.

Hal ini diungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana, Hans Janes Litaay yang juga selaku Sekretaris Tim Satgas Penanggulangan Bencana dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Senin (28/9/2026).

Dalam rapat yang dihadiri langsung Bupati Kaimana Hasan Achmad tersebut, Hans Janes Litaay menjelaskan, bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) untuk masyarakat yang terdampak Karhutla di Kampung Pigo masih tertahan di Kampung Kensi.

Baca Juga:  Bangunan Food Court dan Rumah Kerajinan di Taman Kota Kaimana Menunggu Difungsikan

Sementara untuk tiga kampung lainnya yakni Kampung Maskur, Egerwara dan Kensi, bantuan Sembako telah dibagikan kepada masyarakat. Total bantuan Sembako untuk empat kampung terdampak Karhutla ini sebanyak 500 paket.

“Bantuan Sembako untuk 3 kampung yakni Kensi, Maskur dan Egerwara sudah tersalurkan, sementara Kampung Pigo belum dilanjutkan karena akses jalan dan jembatan putus, sehingga bahan makanan ke kampung Pigo masih tersimpan di Kampung Kensi. Kami sudah berkoordinasi dengan Bamuskam, nanti bantuan akan dilanjutkan setelah masyarakat memperbaiki akses jalan dan jembatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Berbalut Busana Adat Nusantara, Jajaran Kantah Kabupaten Kaimana Gelar Upacara HUT ke-81 RI

Kepala BPBD juga menjelaskan, Karhutla di Kabupaten Kaimana tidak hanya terjadi di Kensi, Maskur, Eregera dan Pigo, tetapi juga di wilayah kota tepatnya di Wermura dan Simora. Luas lahan yang sudah terbakar berdasarkan hasil pendataan kurang lebih 170 hektar.

Kondisi saat ini sebutnya, masih terdapat titik api baru di beberapa lokasi atau kampung, banyak sungai atau sumur kering, masyarakat kesulitan makanan akibat kebun dan ladang milik mereka hangus terbakar, serta timbulnya kabut asap. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

GOW Kaimana Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepemimpinan Kaum Perempuan

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Dalam rangka meningkatkan kapasitas perempuan dalam memimpin, Gabungan Organisasi Wanita …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *