
KAIMANANEWS.COM – Wilayah Teluk Arguni, Kabupaten Kaimana pada tahun 1980-an pernah menghasilkan kopi yang dikemas dengan nama Frur Ngguin. Kopi jenis arabika tersebut kemudian hilang ketika memasuki tahun 2000.
Tokoh masyarakat Arguni, James Richard Furima menyampaikan ini saat bertemu Kaimana News.Com waktu lalu. Ia berharap agar potensi kopi di wilayah Teluk Arguni dikembangkan lagi sehingga bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat.
“Begitu dengar koperasi mau berdiri, kami ingin supaya potensi kopi dikembangkan kembali, supaya kopi itu lebih dikenal. Selama ini masyarakat tidak pernah panen karena tidak ada mitra yang mau beli,” ungkap mantan Kepala Kampung Egarwara ini.

Ia menuturkan, kopi Teluk Arguni tersebut pernah berproduksi hingga dikemas dengan label khusus bernama Frur Ngguin. Hasil produksi sempat dipasarkan, namun akibat tidak ada yang melanjutkan, produksi pun terhenti.
“Itu dulu tahun 1986 sampai 2000. Tepatnya di Kampung Wermenu, kebetulan dulu kami masih gabung, itu ada pengolahan kopi sampai ada label. Namanya kopi Frur Ngguin, dia langsung cetak disitu. Sudah bisa buat sesuatu sampai sejauh itu tapi tidak ada yang melanjutkan, lama kelamaan habis dan menghilang,” kenangnya.
Disisi lain, ia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bisa melihat kembali potensi kopi Teluk Arguni ini, untuk kemudian dikembangkan lagi guna membantu perekonomian masyarakat.
“Saya juga harapkan Pemerintah Daerah, mungkin Dinas Pertanian bisa melihat hasil-hasil di daerah kami terutama kopi ini. Selama ini kita sudah usulkan melalui Musrenbang tapi ya begitu lah. Kami harapkan pemerintah bantu kami,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik