Home / Berita Utama / Polres Kaimana Tolak Kerumunan Massa Saat Kampanye Akbar TERKABUL dan RISMA

Polres Kaimana Tolak Kerumunan Massa Saat Kampanye Akbar TERKABUL dan RISMA

Bagikan Artikel ini:

KEPOLISIAN Resor Kaimana menolak dengan tegas adanya kerumunan massa pada saat kampanye akbar pasangan Freddy Thie-Hasbullah Furuada (Terkabul) dan pasangan Rita Teurupun-Leonardo Syakema (Risma).

Penolakan ini merujuk pada instruksi pemerintah pusat dan perintah Kapolri kepada jajaran Polri untuk membubarkan massa yang berkerumum pada saat kampanye atau pertemuan Pilkada lainnya.

Hal ini disampaikan Kapolres Kaimana AKBP Iwan P. Manurung, SIK disela melakukan pembubaran massa pada kampanye akbar pasangan Terkabul di Jalan Utarom, Bantemi, Sabtu (28/11/2020).

Dikatakan, sudah berkali-kali Kapolri maupun Kapolda memperingatkan agar tidak boleh terjadi kerumunan massa pada kegiatan apapun selama pendemi Covid-19.

Baca Juga:  Bappeda Litbang Gelar Konsultasi Publik RDTR Wilayah Kaimana

“Ini kan kerumunan. Dan sudah berkali-kali ditegaskan dan diperintahkan oleh Kapolri maupun Kapolda bahwa seluruh jajaran yang melaksanakan tugas pengamanan Pilkada agar tidak ragu-ragu apabila menemukan kerumunan pada saat kampanye atau tahapan Pilkada. Silahkan koordinasikan dan tidak perlu ada kerumuman, kalau perlu dibubarkan,” ujar Kapolres.

Ditegaskan, tindakan pembubaran terhadap massa kampanye akan diperlakukan sama untuk pasangan Terkabul maupun Risma. Polres Kaimana tidak akan melakukan keberpihakan pada siapa pun.

“Ini akan diperlakukan betul-betul sama, baik untuk Biru ataupun Merah. Semuanya nanti akan diperlakukan sama. Kita intervensi dengan tidak boleh ada kerumunan dan arak-arakan, kita bubarkan,” tegasnya.

Baca Juga:  Jelang UNBK, SMAN I Kewalahan Cari Tambahan Komputer

Menutup keterangannya, Kapolres menghimbau kepada para pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati serta tim suksesnya masing-masing, agar mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Himbauan kepada kedua tim, kita ini sudah jelas ada dalam masa pandemi Covid-19. Kaimana walaupun memang belum ada korban yang seperti di tempat lain sampai meninggal dunia, kenapa kita tidak mencegah hal itu. Salah satu contoh hindari kerumunan seperti ini karena bisa menjadi kluster baru dalam penyebaran covid,” tutupnya. |DAR|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Keberangkatan 15 Jamaah Umroh Menuju Tanah Suci  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM– Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi keberangkatan 15 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *