
KAIMANANEWS.COM – Kementerian Kesehatan RI telah mencanangkan pelaksanaan Survey Kesehatan Indonesia (SKI) yang sebelumnya dikenal dengan nama Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) sebagai evaluasi pembangunan kesehatan dalam kurung waktu 5 tahun.
Di Kabupaten Kaimana, SKI melibatkan 20 petugas enumerator, yang terbagi menjadi 5 tim, dengan tugas utamanya mengumpulkan data, mulai dari wawancara hingga melakukan pemeriksaan pada 53 blok sensus (BS).
Petugas Enumerator Kaimana dimaksud, merupakan tenaga kesehatan yang merupakan gabungan dari tenaga perawat, bidan, tenaga gizi, tenaga laboratorium dan tenaga kesehatan masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, drg. A. M. H. Tri Ratnawati, MPH mengatakan, Survey Kesehatan Indonesia tahun 2023 di Kaimana telah mencapai 80% dan tersisa 40% untuk mengentri yang dilakukan oleh petugas Enumerator Kabupaten Kaimana.
Dijabarkan, SKI yang secara implementasi dimulai pada 13 Agustus, dilakukan dalam rangka menyusun kebijakan program pembangunan kesehatan yang terarah dan tepat sasaran yang merujuk pada Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang RPJMN.
“Petugas Enumerator Kabupaten Kaimana sebanyak 20 orang yang terbagi dalam 5 tim, dengan tugas utamanya mengumpulkan data mulai dari wawancara hingga melakukan pemeriksaan pada 53 blok sensus (BS). Petugas enumenator ini beranggotakan tenaga kesehatan seperti perawat, bidan, tenaga gizi, tenag lab dan tenaga kesehatan masyarakat,” terang Dokter Ratna, Rabu (20/9/2023).
Dipaparkan, hasil dari SKI akan diolah Kementerian Kesehatan untuk dijadikan data dasar dalam pelaksanaan stunting secara global sebagai riset kesehatan dasar.
Dirinya berharap agar masyarakat Kaimana bisa memberikan data yang akurat sebagai acuan untuk perencanaan 5 tahun kedepan dalam menyusun RPJMD Kabupaten Kaimana guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. |SMI|RED|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik