
KAIMANANEWS.COM – Dua penerbangan masing-masing dari Kaimana menuju Sorong dan Kaimana menuju Manokwari mengalami delay bahkan batal berangkat pada Kamis (1/10/2026 akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Penerbangan rute Kaimana-Sorong mengalami keterlambatan berangkat (delay) selama kurang lebih 3 jam, yang seharusnya terbang pada kurang lebih pukul 12.00 WIT baru diberangkatkan pada Pukul 15.00 WIT. Sementara rute Kaimana-Manokwari batal berangkat.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Utarom Kaimana, Juprianto Pali, S.Sos., M.M membenarkan hal ini. Ia mengatakan, terganggunya jadwal keberangkatan untuk dua rute ini disebabkan jarak pandang, baik di bandara tujuan maupun bandara keberangkatan dalam hal ini Kaimana sangat pendek.

Untuk bandara Kaimana sendiri, jarak pandang yang sebelumnya 10 kilometer, saat ini hanya tersisa 3 kilometer. “Kalau untuk kabut asap ini kita lihat sama-sama, ini sudah mulai mengganggu penerbangan. Sekarang jarak pandang yang harusnya 10 kilometer tinggal 3 kimometer,” ungkap Kabandara.
Khusus penerbangan Kaimana-Manokwari lanjut Kepala UBPU, pembatalan keberangkatan disebabkan kondisi lintas udara bandara Rendani sangat tidak memungkinkan untuk penerbangan akibat tertutup kabut. Jarak pandang di bandara Rendani sebutnya, dilaporkan hanya 500 meter.
“Jadi kabut asap ini memang sudah benar-benar mengganggu penerbangan. Contoh hari ini pesawat dari Manokwari-Kaimana kembali ke Manokwari belum bisa terbang karena di Manokwari juga visibilitasnya malah tinggal 500 meter. Ini sangat merugikan penerbangan jika tetap dipaksakan, karena dampaknya akan kita rasakan semua,” ungkapnya sembari menambahkan penerbangan ke Manokwari akan berangkat pada esok hari. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik