
KAIMANANEW.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana berencana mendirikan rumah/dapur produksi untuk produk ikan olahan yang saat ini digeluti sejumlah kelompok usaha binaan dinas.
Namun pembangunan rumah produksi ini tergantung pada komitmen dan sejauhmana kelompok ini bisa fokus mengelola usahanya secara berkesinambungan hingga menembus pasar.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana, Herliena Ubery, A.Pi., M.Si menyampaikan ini saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, kelompok usaha binaan Dinas Perikanan ini sudah menjalani tahapan pelatihan yang difasilitasi GF-6 kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sebagian dari kelompok sudah menjalankan usahanya, namun berkesinambungan karena terkendala rumah produksi.
“Kedepan itu kita rencana bangun rumah produksi supaya kelompok-kelompok yang sudah terbentuk itu bisa kerjakan disitu. Tetapi ini juga tergantung mereka mau fokus untuk usaha atau tidak, kalau tidak ya percuma kita bangun. Syarat lainnya, mereka harus punya lahan untuk bangun rumah produksi. Kalau ada lahan kita bisa bangun,” ujarnya.
Herliena mengatakan, rumah produksi diperlukan agar hasil olahan lebih higienis, dipercaya konsumen dan diminati pasar. Pembangunan rumah produksi ini akan direalisasikan tahun depan, jika ada kelompok yang sudah benar-benar siap menjalankan usahanya.
“Tahun ini kita masih persiapan, tahun depan baru kita coba untuk bangun. Rumah produksi diperlukan karena namanya produk untuk dijual itu harus higienis, supaya bisa dipercaya dan diminati konsumen. Supaya higienis ya syaratnya harus terpisah dari rumah tinggal, harus berdiri sendiri, untuk jaga standar mutu supaya sampai ke pasar itu tetap bersih,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan, rencana dinas mendirikan rumah produksi untuk produk olahan ikan ini dilakukan karena selama ini Kaimana hanya menjual atau mengirim produk ikan beku, sementara produk olahan seperti pentolan bakso, nuget, abon, siomai, minuman rumput laut dan es krim berbahan dasar ikan belum ada.
“Sehingga kita pacu dengan sarana pengolahan sampai pada kemasan supaya jangan hanya kirim ikan beku, tetapi produk olahan yang dikemas dengan nama Kaimana juga harus kita pasarkan keluar Kaimana. Kita sudah ada beberapa kelompok yang menggeluti usaha pengolahan ikan ini, tetapi masih terbatas karena masalah dapur produksi,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik