
KAIMANANEWS.COM – Fraksi Solidaritas Kebangkitan Nasional (FSKN) DPRK Kaimana meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) bekerja lebih giat lagi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditengah efisiensi anggaran yang terjadi saat ini.
Fraksi yang diketuai Ronaldo David Anggawijaya Ang dan beranggotakan Stenly Furima, S.Pd, Martha Frasawi, S.P dan Chandra Max R. Maipauw ini menyarankan agar aset pemerintah daerah yang berpotensi sebagai obyek pajak dan retribusi dapat digali.
“Dinas Pendapatan Daerah dengan Pagu anggaran sebesar Rp.6.173.192.274,- harus bekerja lebih giat lagi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” tegas Fraksi beranggotakan politisi dari Partai Nasdem, PSI dan PKB ini.
Adapun beberapa aset daerah yang berpotensi sebagai obyek pajak dan retribusi dimaksud sebut FSKN, diantaranya adalah obyek pariwisata disepanjang pantai Bantemi, Kolam Sisir, lahan parkir di sekitar area Pasar Baru dan beberapa lainnya.
“Mengingat adanya kebijakan efisiensi keuangan sehingga daerah dituntut untuk harus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan aset. Aset pariwisata yang berada di sepanjang pantai Bantemi atau Kolam Sisir yang terbengkalai dan tidak dikenakan tarif masuk. Kemudian lahan parkir di sekitar area Pasar Baru Kaimana yang belum dilakukan tarif parkir kendaraan dan masih banyak lagi aset lainnya yang berpotensi sebagai objek pajak dan retribusi tapi belum beroperasi,” ungkap fraksi ini pada paripurna penetapan APBD 2026 lalu. |isw|





KAIMANA NEWS Media Informasi Publik