
KAIMANANEWS.COM – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaimana bersama tim seleksi menggelar pra seleksi terhadap 178 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Tahun 2026, Kamis (2/4/2026).
Pra seleksi digelar untuk mengecek kembali kesiapan 178 peserta yang telah mendaftar secara online maupun offline. Seleksi sendiri akan mulai digelar tanggal 7 April 2026 hingga selesai, yang terdiri dari tes akademik maupun tes kemampuan fisik.
Kepala Bidang Poldagri dan Ormas Badan Kesbangpol Kaimana, Philipus Warwey, S.Sos yang juga selaku Wakil Ketua Panitia Seleksi Paskibra menyampaikan ini disela kegiatan pra seleksi yang berlangsung di Halaman Kantor Badan Kesbangpol.
Dijelaskan, seleksi sendiri melibatkan tim seleksi perwakilan dari TNI Kodim 1804 Kaimana, Lanal dan POM, serta Polres Kaimana. Selain itu, ada pula tim medis yang berasal dari Polres Kaimana dan RSUD Kaimana.
“Kita rencana melakukan tes itu mulai tanggal 7 April sampai selesai. Nanti dalam beberapa minggu kedepan hasilnya kita umumkan, yang dinyatakan lulus itulah yang nanti akan bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT Proklamasi 17 Agustus 2026,” ungkap Philipus Warwey.

Ia juga menjelaskan, total peserta yang dibutuhkan dalam seleksi ini sebanyak 75 orang, dengan kuota untuk OAP sebanyak 40 orang, terdiri dari putra 20 dan putri 20 orang, serta sisanya merupakan jatah Non OAP.
Penilaian sendiri lanjutnya, menggunakan standar daerah yakni dibawah 70 atau 60, karena apabila mengikuti standar nasional yakni minimal 75 maka akan banyak peserta yang gugur. Demikian pula untuk ketentuan tinggi badan, akan menggunakan standar ukuran daerah.
“Kita mengambil kebijakan khusus dengan menggunakan standar nilai daerah yakni kurang dari 75 karena kita tahu bahwa anak-anak kita ini tidak akan tembus apabila menggunakan standar nilai secara nasional. Standar nilai tingkat daerah dibawa 70 atau 60. Tinggi badan juga kita menggunakan standar daerah karena kalau kita ambil dari standar nasional banyak anak-anak kita yang tidak bisa mencapai tinggi badan yang sesuai dengan ukuran nasional,” ungkapnya.
Ia menyebut, peserta tes yang saat ini terdaftar sebanyak 178 orang berasal dari sejumlah sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Kaimana, termasuk dari sekolah baru SMA Negeri III yang ada di Kampung Sisir, Distrik Kaimana.
“Harapan kami peserta bisa mendapat hasil nilai yang baik karena penilaian ini juga yang secara online. Jumlah yang dibutuhkan 75 orang, kuota OAP sebanyak 40 orang, tapi tidak menutup kemungkinan apabila peserta OAP kurang maka non OAP bisa masuk di posisi OAP,” pungkasnya. |isw|





KAIMANA NEWS Media Informasi Publik