
BUPATI Kaimana, Drs. Matias Mairuma mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kaimana secara bertahap akan menyalurkan bantuan Bahan Kebutuhan Pokok (Bapok) untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak langsung Covid-19.
Sasaran utama penyaluran bantuan adalah para TKBM, mama pasar dan pedagang ikan, yang terkena dampak langsung dari keputusan pembatasan jam kerja yang dilakukan pemerintah daerah.
Bupati menyampaikan ini disela penyambutan Gubernur Papua Barat di Bandara Utarom Kaimana, Rabu (29/4/2020).
Kepada wartawan Bupati jelaskan, program bantuan jaring pengaman sosial (Social Safety Net) ini lebih terfokus pada mereka yang terkena dampak langsung.
“Kami yang menterjemahkan social safety net itu adalah masyarakat yang terdampak langsung Covid-19. Contoh TKBM, karena aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan menurun frekuensinya. Karenanya kita intervensi dengan program sosial ini,” ungkap Bupati.
Selain TKBM, mama-mama yang berjualan di pasar sayur, serta para pedagang ikan juga akan diintervensi dengan program social safety net ini karena jam berjualannya sudah dibatasi oleh Pemerintah Daerah.
Pendistribusian bantuan lanjut Bupati, tidak dilakukan secara terbuka, karena APBD tidak cukup dan tidak hanya di re-alokasikan untuk membiayai program jaring pengaman sosial.
“Setelah itu kita akan melihat lagi kelompok masyarakat yang juga terkena dampak Covid. Kita lakukan secara silent karena kalau kita jalan dengan kelihatan dana APBD kita tidak cukup,” terang Bupati.
Bupati jelaskan, pendistribusian bantuan dilakukan secara bertahap, karena beberapa jenis barang mengalami kelangkaan. Bantuan terdiri dari; beras, gula, kopi, daun teh, susu dan kacang.
“Jujur saja kami mengalami kelangkaan beberapa barang. Jadi setiap hari ini kita distribusikan 200 paket, dengan target dalam seminggu bisa mencapai 1000 paket hingga semua terakomodir,” tutup Bupati. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik