
KAMPUNG Namatota, Distrik Kaimana bakal dijadikan role model (kampung percontohan) pemberdayaan berbasis pengembangan potensi lokal di Kaimana. Berdasarkan pertimbangan, kampung ini memiliki potensi lokal yang memadai yang dapat memberi nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat kampung.
Hal ini dibahas dalam Focus Group Discussion Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat Kampung Berbasis Pengembangan Potensi Lokal Melalui Sinergi dan Integrasi Potensi Program Antar Sektor yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung bersama OPD terkait di Rumah Makan Belia, Senin (30/9/2019).
Dalam FGD yang dipandu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dra. Joice Tuanakota disebutkan, adanya kunjungan wisatawan dari Timur Tengah menjadi salah satu pertimbangan mengapa Namatota dipilih atau disarankan untuk menjadi kampung pemberdayaan berbasis pengembangan potensi lokal.
“Ada kunjungan turis terutama dari Timur Tengah berarti kampung Namatota inilah yang perlu kita dorong, karena ada Masjid disana. Namatota juga memiliki cerita sejarah masuknya Islam ke Kaimana. Ini yang menjadi dasar pertimbangan kami mengapa Namatota, karena kampung ini punya potensi alam yang bisa didorong,” ungkap Joice.
Joice lebih jauh mengatakan, program pemberdayaan ini akan menjadi program pertama yang melibatkan OPD terkait dan akan menjadi program berkelanjutan. Kampung Namatota lanjut Joice, diharapkan menjadi pilot model untuk kampung lainnya, sehingga ketika melihat kampung Namatota maju, kampung lainnya diharapkan akan ikut bersaing.
“Ini program besar secara berkelanjutan yang akan kita lakukan. Kita akan jadikan Namatota sebagai kampung mandiri, sekaligus sebagai pilot model. Kita fokus dulu di Kampung Namatota, kita lihat hasilnya kalau berjalan baik sesuai target maka kampung lain pasti akan berlomba-lomba untuk menjadi sama seperti Namatota,” ujar Joice.
Program strategis Dinas PMK ini mendapat dukungan positif dari sejumlah OPD terkait. Beberapa perwakilan OPD menyatakan siap memberikan dukungan melalui bidang tugasnya masing-masing. Beberapa diantaranya berharap agar program pengembangan Namatota sebagai kampung model pemberdayaan berbasis potensi lokal ini segera terealisasi. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik