Home / Budaya Pariwisata / Nikmati Indahnya Gugusan Batu Karang di ‘The Lost Paradise’ Teluk Triton Kaimana  

Nikmati Indahnya Gugusan Batu Karang di ‘The Lost Paradise’ Teluk Triton Kaimana  

Bagikan Artikel ini:

Deru mesin longboat 120 PK yang kami tumpangi di hari tour wisata PWI Kaimana 24 Februari 2024 perlahan terhenti, manakala memasuki lokasi berjejernya gugusan batu karang berselimut pepohonan hijau nan rindang di kawasan wisata Teluk Triton.

Menyaksikan gugusan batu karang yang berdiri kokoh di permukaan laut, yang sebagian diantaranya tampak sexy tanpa balutan pepohonan, sungguh merupakan sebuah pemandangan yang indah mempesona, hingga membuat kenangan indah kami bersama hiu paus Teluk Bicari pada 30 menit sebelumnya hilang seketika.

Tak hanya terpesona pada indahnya gugusan batu karang, tetapi mata kami juga tertuju pada jernih dan hijaunya air laut yang mengelilingi bebatuan. Warna hijau ini menurut ahli biologi laut berasal dari mekarnya Alga (blooming alga) sehingga melimpahnya klorofil di perairan.

Tour guide kami lalu membawa kami mengitari gugusan batu karang lainnya. Dan semuanya tampak indah menakjubkan. Teluk Triton memang bukan tempat wisata biasa, ia memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung. Bahkan sekali berkunjung, pasti akan selalu ada rindu untuk kembali.

Teluk Triton merupakan bagian dari segitiga terumbu karang dunia dengan sejumlah keanekaragaman hayati didalamnya. Gugusan pulau karang berusia ratusan tahun yang dibalut tumbuhan hijau dan keindahan karang lunak adalah salah satu daya tarik alam bawah laut di Teluk Triton. Kawasan ini bagai surga tersembunyi di bagian tenggara Kota Kaimana.

Baca Juga:  Dipadati Bangunan, Kawasan Wisata Pantai Bantemi Semrawut dan Tak Elok Dipandang

Kawasan ini juga merupakan tempat hidupnya ratusan spesies ikan serta biota laut lainnya termasuk terumbu karang, sehingga tak heran jika Teluk Triton juga menjadi spot wisata primadona para pecinta olahraga selam (diving).

Kini surga yang tersembunyi ini mulai dikenal oleh para ahli biologi laut, para penyelam dan mereka yang suka menikmati saat-saat matahari terbenam di sore hari dengan pemandangan langit yang spektakuler.

Nama yang sudah terpatri di hati sanubari mereka adalah ‘Teluk Triton’ ‘Senja di Kaimana’ atau ‘Kota Senja.’ Ketiga nama itu merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari Kabupaten Kaimana yang terletak di bagian selatan Provinsi Papua Barat.

Nama Kaimana sendiri sejatinya sudah tersohor sejak lagu berjudul “Senja di Kaimana” yang dibawakan penyanyi Alfian populer di era tahun 1960-an, namun saat itu masih sebatas lagu dan orang belum mengetahui dimana Kaimana berada.

Selain dikenal dengan julukan Senja di Kaimana, para pencinta olahraga selam dan penikmat wisata mancing juga mengenal Kaimana sebagai “The Fish Empire (kerajaan ikan)” bahkan ada juga yang menyebutnya dengan ”The Lost Paradise (surga yang hilang) yang ternyata ada di Kaimana.”

Untuk mencapai kawasan Teluk Triton, wisatawan dapat menggunakan perahu motor lebih kurang satu jam dari pelabuhan Kota Kaimana. Sepanjang perjalanan, mata wisatawan disuguhkan dengan panorama alam dan birunya lautan yang sangat menakjubkan.

Baca Juga:  Wabup Isak Waryensi Hadiri Musyawarah III Masyarakat Adat Suku Madewana

Sebelum memasuki kawasan Teluk Triton, wisatawan bisa terlebih dahulu menjumpai hiu paus (whaleshark), ikan terbesar di dunia di Teluk Bicari atau Erana. Setiap pagi ikan raksasa itu mampir di sejumlah bagan ikan di lokasi tersebut untuk sarapan ikan-ikan kecil atau plankton.

Selain itu, sepanjang perjalanan, wisatawan juga bisa menikmati uniknya lukisan zaman prasejarah yang menempel pada batu karang di perairan Maimai. Ada beragam corak pada lukisan tersebut seperti tangan manusia, cicak dan lainnya yang keseluruhannya belum diketahui secara pasti maknanya.

Untuk menambah cerita saat mengunjungi Teluk Triton, ada sejumlah spot pariwisata searah yang sangat rekomended untuk disinggahi seperti; spot wisata diving dan wisata pantai Sangnus Worat, spot wisata mancing di Temintui dan Pulau Bebe, pantai pasir pink di Pulau Aiduma, wisata pasir putih di Pulau Serui serta lainnya, hingga wisata sejarah burung garuda Gunung Emansiri di Kampung Lobo.

Seperti syair lagu Senja di Kaimana, ingat lah selalu senja di Kaimana, saat surya meredupkan sinar. Jikalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur yang panjang ayo ke Kaimana, lukisan alam sang khalik yang jatuh di Papua Barat, Indonesia. |isabela wisang|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

KKST Kaimana Gelar Sejumlah Kegiatan Jelang HUT ke-69   

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Kabupaten Kaimana melaksanakan sejumlah kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *