Home / Berita Utama / Sejumlah DPRD Senior Dukung Program 4 M dan 100 Juta TERKABUL

Sejumlah DPRD Senior Dukung Program 4 M dan 100 Juta TERKABUL

Bagikan Artikel ini:

SEJUMLAH wakil rakyat yang telah dua periode bahkan tiga periode duduk di kursi DPRD, menyatakan setuju dengan program bantuan perumahan Rp.4 Miliar untuk kampung dan 100 juta untuk setiap RT dalam kota, yang dijanjikan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kaimana, Freddy Thie-Hasbulla Furuada (TERKABUL).

Program dimaksud sebut anggota DPRD Kaimana Yehadi Alhamid, Frans Amerbay, Fatamsya Furu, anggotaDPR-PB Rudi Sirua dan mantan anggota DPRD Kaimana Lewi Oruw, Amos Oruw dan Imanuel Rahail dalam setiap kampanye, sangat layak untuk didorong karena selain APBD cukup untuk membiayainya, program dimaksud juga merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat.

Yehadi Alhamid misalnya, anggota DPRD Kaimana aktif yang sebelumnya pernah dua periode duduk di kursi dewan ini dengan tegas mengatakan, tidak ada yang salah dengan program bantuan 4 M untuk kampung dan 100 Juta untuk RT, karena APBD itu merupakan uang rakyat.

Jika program tersebut bertentangan dengan undang-undang lanjutnya, maka beberapa anggota DPRD yang ada dalam tim Terkabul, pasti sudah menolaknya. Namun karena program dimaksud sah-sah saja, maka visi misi Terkabul diloloskan.

“Lagi viral sekarang 4 Miliar, 100 Juta. Ada yang tanya uang dari mana? Saya ini pernah 10 tahun jadi DPRD, tambah 1 tahun di periode ini menjadi 11 tahun. Bukan DPRD yang baru seumur jagung. Saya terlibat langsung dengan pembahasan anggaran ini. Lewi Oruw juga pernah 15 tahun jadi anggota DPRD, Pak Imanuel Rahail, Pak Amos Oruw juga. Kalau program 4 M dan 100 ini catat hukum, pasti kami sudah cegah. Tapi ini sah, ini hak rakyat, kalau ditawarkan ke masyarakat, salahnya dimana? Dari pada tiap tahun surplus, lebih baik digunakan untuk membiayai kegiatan yang berpihak pada masyarakat,” tegas Yehadi.

Baca Juga:  KPU Kaimana Tetapkan DPTHP-2 Sejumlah 30.473

Senada, anggota DPRD Provinsi Papua Barat dari PAN, Rudi Sirua juga mengatakan, bantuan 4 Miliar ke kampung, merupakan bentuk keberpihakan kepada masyarakat. Program dimaksud sangat bagus, karena selain membantu mengatasi kebutuhan akan perumahan, juga ikut membantu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Ada yang sentil itu katanya 4 Miliar tidak valid kah. Nanti kami akan validkan. 68 Miliar saja mo, sementara yang sekarang keluarkan ratusan miliar saja kerja tidak selesai. 68 miliar itu akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kebijakan ini dibuat untuk kemudian semua orang di kampung merasakan yang namanya uang, karena bisa ciptakan lapangan kerja disitu,” ujar mantan anggota DPRD Kaimana ini.

Dukungan yang sama juga datang dari anggota DPRD Kaimana dari Partai Golkar. Politisi senior yang pernah menjabat Ketua DPRD Kaimana ini mengatakan, bantuan 4 Miliar setahun untuk setiap kampung dimaksud, merupakan program yang strategis dalam memajukan kampung.

Ia bahkan mengatakan, Rp.4 M yang direncanakan, terlampau sedikit, karena setiap tahun APBD Kabupaten Kaimana pasti bertambah. “4 Miliar itu terlalu kecil. Saya sempat tantang Terkabul, kalau bisa dinaikan. Kenapa? Karena kita punya sisa uang setiap tahun itu diatas 100 Miliar. Uang itu tidak dipakai tapi disimpan di bank,” ungkap Frans yang sudah 11 tahun duduk di kursi DPRD Kaimana.

Baca Juga:  Ini Alasan Listrik di Kota Kaimana Masih Sering Padam

Dikatakan, APBD Kaimana setiap tahun pasti akan mengalami peningkatan dan peningkatan itu tergantung dari kemampuan kepala daerah bersama DPRD melakukan lobi dana ke pusat melalui kementerian.

“APBD kita setiap tahun akan bertambah, tidak mungkin masih seperti 5 tahun yang lalu. Sekarang hampir 1,3 Triliun, tahun depan pasti naik. Apalagi kalau ada komitmen bersama kepala daerah dan DPRD, kita akan perbesar APBD. Caranya bagaimana, kita lobi ke Jakarta, bicara dengan kementerian-kementerian terkait anggaran apa yang bisa diturunkan ke Kaimana. Tapi kalau kita tetap seperti ini yang pasti tidak akan berubah,” ujarnya.

Anggota dewan yang cukup paham soal anggaran ini mengatakan, penolakan terhadap program bantuan 4 M ke kampung-kampung biasanya hanya dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak mau berubah.

“Ada yang mulai gemetaran dengan program 4 M. Mulai bicara dapat uang dari mana, katanya itu tidak ada aturannya. Orang-orang petahana biasa bertahan dengan kata itu. Tapi orang baru seperti Terkabul pasti mau berubah dan itu pasti bisa. Makanya pilih Terkabul yang siap membawa perubahan untuk negeri ini,” tutupnya. |DAR|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DWP Kaimana Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Mempererat ikatan tali silahturahmi antar sesama anggota, Dharma Wanita Persatuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *