
KAIMANANEWS.COM – Akhirnya Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Terpadu Kaimana yang pada saat persiapan pengoperasian waktu lalu sempat mengalami hambatan, kini sudah beraktivitas normal.
Meski masih menggunakan gedung sementara di Jalan Sapta Taruna Krooy, aktivitas pendampingan dan belajar mengajar pada sekolah tempat belajar anak-anak spesial ini, terus mengalami kemajuan.
Tak hanya itu, sejak beroperasi pada 15 September 2025 lalu, jumlah murid pun terus bertambah, dari yang awalnya sebanyak 28 orang, saat ini menjadi 35 orang dengan latar belakang ketunaan yang bervariasi.
Kepala SLB Negeri Terpadu Kaimana, Monika Mira Saludung, S.Pd., M.Pd saat ditemui disela mendampingi murid-murid spesialnya, Jumat (17/10/2025) mengatakan, sejak mulai beroperasi, kegiatan pendampingan dan aktivitas belajar mengajar berjalan baik.
Namun karena keterbatasan jumlah tenaga pengajar lanjutnya, kegiatan pendampingan dan belajar mengajar tidak bisa dilakukan sekaligus, namun dikelompokkan dan dijadwalkan dengan waktu yang berbeda.
Disebutkan, jumlah tenaga pendamping dan pengajar untuk saat ini hanya sebanyak 8 orang. Sementara jumlah murid sebanyak 35 orang untuk dua jenjang yakni SLB SD dan SLB SMP. Jumlah guru dan murid ini terang Mira, tidak seimbang untuk standar pendampingan anak SLB.

“Untuk pendampingan anak SLB itu harusnya satu anak satu guru, karena yang kami dampingi ini anak berkebutuhan khusus. Tapi karena jumlah guru untuk saat ini masih terbatas hanya 8 orang, maka jam masuk sekolah anak-anak kami atur agar tidak sekaligus,” ungkap Mira.
Ia merincikan, total 35 anak ini memiliki latar belakang ketunaan yang berbeda-beda yakni, tuna netra 2 orang, tuna rungu/tuna wicara 15 orang, tuna daksa 7 orang, tuna grahita 2 orang dan autis sebanyak 9 orang.
Ditanya tentang kecukupan ruangan yang tersedia untuk kegiatan belajar mengajar, Mira mengatakan, bangunan sementara yang ditempati saat ini memiliki 5 ruang, sehingga pihaknya berupaya untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
“Ini kebetulan hanya untuk dipakai sementara, sambil menunggu selesainya pembangunan sarana prasarana tambahan di lokasi SLB Air Merah. Direncanakan tahun 2026, kita sudah beraktivitas di gedung yang memang dibangun untuk SLB Negeri Terpadu,” ujarnya.
Pantauan Kaimana News.Com di lokasi SLB Negeri Terpadu, selain ruangan tempat belajar yang penuh dengan poster edukasi, di halaman sekolah juga terparkir satu unit kendaraan roda empat, yang diketahui merupakan kendaraan operasional untuk mobilisasi murid SLB. |isw|


KAIMANA NEWS Media Informasi Publik