
KAIMANANEWS.COM – Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat menyerahkan bantuan peralatan pembuatan briket arang dan minyak kelapa kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di 4 kampung di Kaimana.
Bantuan diberikan menindaklanjuti program Papua Barat Produktif yang dicanangkan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Bantuan diberikan kepada Kelompok Usaha Perhutanan Sosial yang sudah terbentuk di Kampung Tanggaromi, Kampung Coa, Kampung Marsi dan Kampung Sisir.
Bantuan diserahkan sebelum pelaksanaan pelatihan pembuatan briket arang dan minyak kelapa bagi kelompok usaha perhutanan sosial Kampung Tanggaromi bertempat di Ruang Rapat Cabang Dinas Kehutanan IV Kaimana, 9-11 Juli 2026.
Kepala Seksi Perhutanan Sosial Bidang Perhutanan Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Oktavianti Bonay, S.Hut menjelaskan, pemberian bantuan Papua Barat Produktif ini didasarkan pada Permen LHK Nomor 9 Tahun 2021 tentang Perhutanan Sosial, Surat Edaran Gubernur Papua Barat tentang Papua Barat Produktif, serta arahan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat.
Bantuan peralatan Papua Barat Produktif ini, diberikan kepada kelompok usaha perhutanan sosial yang ada di 7 kabupaten se-Papua Barat guna mendukung kegiatan pembuatan briket arang dan VCO (Virgin Coconut Oil)
“Ini kami tim dari Dinas Kehutanan Papua Barat hadir di Kaimana menindaklanjuti program Bapak Gubernur Papua Barat tentang Papua Barat Produktif. Kami menyerahkan bantuan peralatan Papua Barat Produktif dan melaksanakan pelatihan. Bantuan peralatan ini diluncurkan untuk 7 kabupaten se-Papua Barat dengan pendanaan bersumber dari Otsus sebesar Rp.1,2 Miliar,” ungkapnya, Jumat (10/7/2026).
Ia mengatakan, Kaimana merupakan kabupaten pertama yang melaksanakan pelatihan pembuatan briket arang dan minyak kelapa, setelah penyerahan alat pendukung program Papua Barat Produktif. Selanjutnya kegiatan yang sama akan dilaksanakan di Kabupaten Manokwari dan lainnya.
“Program ini bertujuan untuk peningkatan ekonomi Masyarakat, terutama Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) yang sudah memiliki Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS). Berharap pelatihan pembuatan briket arang dan minyak kelapa yang kami gelar ini bermanfaat buat masyarakat Papua Barat. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memajukan Papua Barat,” pungkasnya.
Adapun peralatan pendukung program Papua Barat Produktif untuk pembuatan briket arang dan minyak kelapa yang diberikan kepada KUPS dimaksud terdiri dari 19 jenis untuk pembuatan minyak kelapa dan 11 jenis untuk pembuatan briket arang. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik