Home / Budaya Pariwisata / Peserta FGD Soroti Pengembangan Pariwisata Kaimana yang ‘KJ’ dan Berharap Segera Dibenahi 

Peserta FGD Soroti Pengembangan Pariwisata Kaimana yang ‘KJ’ dan Berharap Segera Dibenahi 

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Beragam kritik saran mencuat dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kaimana, Selasa (12/5/2026).

Sejumlah tokoh masyarakat dan mitra pariwisata yang hadir pada kesempatan tersebut, menyoroti program pengembangan dan promosi potensi budaya maupun pariwisata Kaimana yang hasilnya Kurang Jelas alias KJ, berbeda dengan Raja Ampat.

Tokoh masyarakat yang juga selaku Kepala Suku Napiti, Frans Amerbay pada awal diskusi menyoroti tidak adanya tindaklanjut dari usul saran yang pernah disampaikan para pelaku budaya dan mitra pariwisata dalam diskusi sebelumnya yang direalisasikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Salah satu yang disesali adalah pembukaan FGD yang dilakukan tanpa pemukulan tifa. Padahal menurutnya, tifa merupakan salah satu budaya asli Kaimana. Frans juga menyinggung berbagai perlombaan yang digelar pemerintah daerah dalam sejumlah even, yang tidak memunculkan lomba tari atau musik yang berasal dari budaya asli Kaimana.

Baca Juga:  Tutup KP II Teluk Triton, Sekretaris Bappeda: Kemajuan Pembangunan Kaimana Tanggungjawab Bersama

“Lihat saja pada pembukaan FGD yang baru saja kita ikuti. Dinas tidak menyiapkan tifa, padahal itu salah satu budaya asli Kaimana. Ini menunjukkan bahwa usul saran kami pada kegiatan diskusi tentang kebudayaan dan pariwisata sebelumnya tidak dicatat dan tidak masuk dalam agenda dinas untuk bagaimana budaya dan pariwisata Kaimana semakin baik,” ujarnya.

Sorotan serupa juga datang dari Owner Musaqa Beach, Anwar Kamakaula. Ia mengatakan, program pengembangan pariwisata dan budaya Kaimana selama ini terkesan jalan di tempat. Pemerintah Daerah harusnya terus menerus melakukan pembenahan sehingga sektor pariwisata dan budaya bisa membawa manfaat bagi masyarakat maupun daerah.

Ia menyinggung tentang pentingnya pendidikan bahasa inggris bagi anak-anak sekolah, terutama di daerah yang menjadi tujuan wisata. “Dalam diskusi seperti ini harusnya ada dari Dinas Pendidikan supaya mereka melihat bahwa pendidikan bahasa inggris untuk anak-anak di kampung, terutama kampung wisata itu diperlukan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tahun 2024, Pemda Kaimana akan Alokasikan Rp.61 Miliar untuk Pariwisata

Senada, Kepala Suku Mairasi, Jordan Oruw juga menyinggung tentang bebasnya kapal wisata masuk ke area pariwisata Teluk Triton dan masyarakat pemilik ulayat hanya menjadi penonton. Padahal salah satu tujuan pengembangan pariwisata adalah untuk membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah.

Diskusi yang dipandu Boy Kalvari dari Sinara Kaimana ini berlangsung cukup alot. Tampak para peserta yang berasal dari perwakilan OPD, tokoh adat dan mitra pariwisata antusias memberikan saran dan masukan. Diskusi yang dimulai sejak Pukul 11.00 WIT hingga Pukul 18.00 WIT ini berakhir dengan lahirnya komitmen bersama untuk menjadikan budaya dan pariwisata Kaimana lebih maju. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Halal Bi Halal Ikaswara, Wabup Isak Sebut Ikaswara Bagian dari Sejarah Pembangunan Kaimana

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM –   Mengusung tema “Maaf Menyatukan, Silahturahmi Menguatkan” Ikatan Keluarga Jawa, Sunda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *