
JURU Bicara Satgas Covid-19 Kaimana, dr. Albert Kapitarau, Sp.B mengatakan, karantina khusus bagi 15 orang di Balai Diklat Pertanian maupun yang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing, akan dipantau ketat Satgas Penanganan Covid-19 Kaimana.
Pemantauan akan dilakukan setiap hari dan akan dilaporkan secara rutin kepada Satgas Bidang Pencegahan.
Jubir Covid-19 Kaimana menyampaikan ini menanggapi pertanyaan wartawan terkait jumlah warga yang menjalani karantina khusus di Balai Pertanian Jalan Batu Putih.
Dijelaskan, jumlah yang menjalani karantina khusus di Balai Pertanian sebanyak 15 orang, terdiri dari; 4 orang merupakan penumpang Wings Air dari total 64 penumpang yang tiba pada Selasa (31/3), sedangkan sisanya sebanyak 11 orang merupakan jamaah Thabliq pindahan dari Masjid Kaki Air yang tiba Kaimana pada beberapa hari lalu.
Sesuai keputusan tegas Satgas Covid-19 lanjut Dokter Albert, mereka diharuskan menjalani karantina khusus karena datang dari daerah terpapar dan tidak ner-KTP Kaimana.
“Mereka yang di Balai Pertanian itu pindahan dari Masjid Kaki Air yang merupakan jamaah Tabliqh ada 11 orang, dengan 4 orang dari penumpang Wings Air,” terang Dokter Albert.
Sementara terkait penumpang yang memiliki KTP Kaimana, Dokter Albert jelaskan, meskipun screning temperatur mereka normal, tetap diwajibkan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.
“Yang KTP Kaimana meskipun screning temperatur normal, dianjurkan untuk karantina mandiri di rumah masing-masing. Mereka akan dipantau ketat oleh Satgas,” tegas Dokter Ahli Bedah RSUD Kaimana ini.
Ditanya tentang sistim pemantauannya, Dokter jelaskan, pemantauan akan dilakukan setiap hari pada alamat yang sudah terdata dan hasil pantauan wajib dilaporkan kepada Satgas Bidang Pencegahan. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik