Home / Berita Utama / Positif Rapid Test, 14 OTG Dikarantina di Pertanian Sambil Menunggu Pemeriksaan Swab

Positif Rapid Test, 14 OTG Dikarantina di Pertanian Sambil Menunggu Pemeriksaan Swab

Bagikan Artikel ini:

JUMLAH Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kaimana yang positif berdasarkan tes cepat (rapid test) bertambah 5 orang, sehingga total keseluruhan menjadi 14 orang.

Saat ini, 14 Orang Tanpa Gejala ini (5 kasus baru dan 9 kasusu lama), menjalani karantina khusus di Balai Pertanian, Jalan Batu Putih.

Demikian keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaimana, dr. Albert Kapitarauw, Sp.B, Senin (4/5/2020).

“Ada penambahan 5 orang lagi, jadi total 14 kasus dengan rapid test positif. Semuanya dikarantina di pertanian. Semua statusnya jadi OTG,” terang Dokter menjawab pertanyaan wartawan terkait perkembangan penanganan 9 ODP dan OTG sebelumnya.

Baca Juga:  Fraksi Golkar DPRD Kaimana Apresiasi PAD 2022 Lampaui Target

Dijelaskan, untuk pemeriksaan swab terhadap 14 OTG ini, akan dilakukan bersamaan, namun masih butuh koordinasi terkait waktu yang tepat untuk pengambilan sampel dan pengiriman.

“Untuk pemeriksaan swab akan dilakukan sekaligus. Ini masih butuh koordinasi lagi, terkait kapan diambil dan pengirimannya,” ungkap Kepala Ruang IGD RSUD Kaimana ini.

Dokter Albert juga jelaskan, saat ini pihaknya sedang melakukan tracking (pelacakan/penelusuran, red) terhadap belasan OTG ini.

“Ada beberapa yang dilakukan rapid ulang dan ada beberapa orang rapid positif saat pemeriksaan kesehatan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Rapid Test merupakan alat tes cepat yang berfungsi sebagai penyaring dan bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona.

Baca Juga:  Minggu KPU Kaimana Tetapkan Paslon Bupati-Wabup, Senin Pengundian Nomor Urut

Tes yang dapat memastikan seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Tes PCR dilakukan dengan pengambilan spesimen lendir menggunakan swab di hidung dan tenggorokan.

Pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus. Namun, metode ini lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus.

Karenanya selama menunggu hasil PCR, yang bersangkutan harus menjalani isolasi mandiri atau isolasi khusus selama 14 hari. |RED|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

DWP Kaimana Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Mempererat ikatan tali silahturahmi antar sesama anggota, Dharma Wanita Persatuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *