Home / Berita Utama / Hasil Musyawarah Adat, Lokasi Ibukota Distrik Tugarni Tetap di KM 5 Kensi

Hasil Musyawarah Adat, Lokasi Ibukota Distrik Tugarni Tetap di KM 5 Kensi

Bagikan Artikel ini:

PRO kontra terkait ibukota distrik persiapan Tugarni, yang merupakan  pemekaran dari Distrik Teluk Arguni akhirnya terjawab. Perwakilan masyarakat adat dari 10 kampung yang menjadi bagian dari Distrik Tugarni bersama pemilik ulayat sepakat lokasi ibukota distrik tetap berada di Kilometer 5 Kampung Kensi.

Kesepakatan ini ditetapkan dalam pertemuan musyawarah adat yang dilaksanakan di Rumah Adat/Sirosa Kampung Maskur, Jumat (3/9/2021).

Musyawarah adat ini sendiri turut dihadiri Ketua Dewan Adat Kaimana Johan Werfete, Kepala Suku Kuri Filemon Refideso, Kepala Distrik Teluk Arguni Septer Samaduda, Kapolsek Teluk Arguni Iptu M. Rudy Alfasyat dan Danramil Teluk Arguni Lettu Herman Sirfefa.

Baca Juga:  Vaksin Covid Termin Kedua Tiba Papua Barat, Kaimana Dapat 1.880 Dosis

Sekretaris Kepala Suku Kuri, Romelus Werfete, membenarkan hal ini saat dikonfirmasi, Senin (6/9/2021). Dijelaskan, setelah sempat terjadi selisih pendapat, pada akhirnya semua sepakat agar Distrik Tugarni segera hadir dan ibukotanya berada di Kensi, tepatnya di Kilometer 5.

Total lahan yang disediakan untuk ibukota distrik terang Werfete, seluas 10 hektar. Lahan ini merupakan milik warga dari 4 marga yakni Refideso, Werfete, Jamima dan Bari.

“Semua pihak sudah menyetujui upaya Pemerintah Daerah untuk mendekatkan pelayanan pembangunan dengan menghadirkan distrik di Tugarni group. Lokasi ibukotanya di Kensi,” ujar Werfete.

Baca Juga:  Ketua Komisi A: Ada Anggaran Diklat Prajabatan di RAPBD 2021, Hasil CPNS 2018 Bakal Diumumkan?

Namun disisi ia mengatakan, ada beberapa tuntutan masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah yakni yang berkaitan dengan hak-hak dasar orang asli Papua sesuai yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otsus.

“Salah satunya pejabat kepala distrik sampai bawahan harus putra asli Tugarni group. Ini yang menjadi tuntutan dasar masyarakat dan sempat menjadi perbincangan serisu dalam musyawarah adat kemarin,” ungkap Werfete sembari menambahkan, tuntutan ini nanti akan disampaikan secara resmi kepada kepala daerah. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Kaimana dan Fakfak Wakili Papua Barat dalam Event Penilaian IPD Kemenkomdigi  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kaimana dan Fakfak menjadi Kabupaten yang terpilih mewakili Provinsi Papua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *