Home / Berita Utama / Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Perkotaan, Bupati Datangi 4 Lokasi Sumber Air

Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Perkotaan, Bupati Datangi 4 Lokasi Sumber Air

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Fakultatif di hari Sabtu tidak membuat Bupati Kaimana, Freddy Thie ikut bersantai. Meskipun terkadang yang dilakukannya ini dipandang sebelah mata oleh sebagian orang atau dinilai sebagai sebuah pencitraan, tetapi Bupati Freddy tetap berupaya melakukannya.

Bupati yang biasa disapa Kaibus ini optimis, langkah yang diambilnya ini, jika dikerjakan dengan baik oleh jajaran OPD sesuai perencanaan berdasarkan tugas pokok dan fungsinya, dipastikan akan bermanfaat bagi masyarakat banyak. Salah satunya masalah air bersih.

Tepatnya, Sabtu (6/8/2022) Bupati Freddy didampingi Sekretaris Daerah Donald Wakum, Kepala Dinas PUPR (Plt) Viktor Klau, Asisten II (Plt) Deddy Ombaer, Kabag Humas (Plt) Erfin EBS Haryanto, serta Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Samuel Mengkidi melakukan pemantauan langsung lokasi sumber air bersih Kilo 14, Kilo 6 sekaligus lokasi IPA (Instalasi Pengolahan Air) serta Kali Torabe.

Apa saja yang dilakukan Bupati dan jajarannya di setiap lokasi sumber air? Lokasi pertama yang didatangi adalah sumber air Kilo 14 atau Kali Moamani. Setelah kurang lebih satu jam lamanya di tempat ini, rombongan melanjutkan perjalanan menuju sumber mata air Kilo 6.

Ada dua titik yang didatangi di Kilo 6 yakni sumber mata air sendiri dan lokasi IPA. Meninjau sarana prasarana air bersih di dua lokasi ini memang cukup sulit karena jalan yang dilalui licin dan ditutupi rumput tinggi, serta berlumpur akibat hujan.

Kurang lebih tiga jam lamanya berada di dua lokasi ini, rombongan kemudian berpindah ke lokasi mata air Kali Torabe. Namun sebelum sampai di Kali Torabe, Bupati sempat meninjau sumber air untuk kebutuhan RSUD dan mengunjungi ruang layanan, serta sempat pula memantau genangan air di SD Negeri 4 dan sekitarnya. Sesudahnya rombongan bertolak menuju Kali Torabe.

Di setiap lokasi sumber mata air yang dikunjungi, Bupati dan jajarannya juga melakukan pengecekan secara mendetail sarana prasarana mesin pemompa maupun jaringan pipa, mengingat fasilitas tersebut dibangun sejak kurang lebih 10 tahun yang lalu, namun belum pernah difungsikan sehingga terkesan mubazir.

Pengecekan diperlukan guna memastikan apakah perangkat mesin dan jaringan pipa yang sudah terpasang masih layak untuk digunakan atau perlu diganti dan ditambah perangkat baru. Pasalnya di beberapa titik, perangkat mesin tampak berkarat dan sebagiannya hilang dijarah  orang akibat bangunan tempat penyimpanan rusak dari atap, pintu hingga dinding.

Sejumlah pekerja media yang ikut dalam kunjungan ini juga melihat langsung apa yang dilakukan Bupati dan rombongan disetiap lokasi yang didatangi. Sekilas dapat disimpulkan, jika Dinas PUPR benar-benar melaksanakan sesuai petunjuk, diikuti alokasi anggaran yang memadai untuk perbaikan dan pembenahan jaringan, maka bukan tidak mungkin kebutuhan air bersih masyarakat akan benar-benar terpenuhi dalam waktu beberapa bulan kedepan.

Baca Juga:  1099 Formasi CPNS dan PPPK Menyusul Setelah Seleksi CPNS 2024   

Bupati Tantang Dinas PUPR Alirkan Air Dalam Waktu Sebulan

Komitmen Bupati Kaimana untuk menghadirkan air bersih bagi masyarakat terutama di wilayah perkotaan terlihat dari upaya kerasnya melakukan pengecekan perangkat demi perangkat baik mesin maupun jaringan pipa sembari memberikan arahan dan petunjuk kepada Dinas PUPR di setiap lokasi sumber mata air.

Bupati sebut menghadirkan air bersih bagi masyarakat sesungguhnya bukanlah masalah. “Sesungguhnya sesudah kita lihat dan kita berembuk dan kita sepakat bahwa air ini harusnya bukan masalah. Kita sudah punya sumber air Kilo 14, Kilo 6, kali Torabe dan Kali Sukun,” ujarnya.

Ia juga tidak mempersoalkan jika ada masyarakat yang mengkritisi masalah layanan air bersih yang lamban, karena hal ini sesungguhnya disebabkan pengelolaannya yang selama ini belum dilakukan secara tepat.

“Pertanyaan orang sumber air ada kenapa sampai sekarang air belum mengalir. Sementara kita sudah punya jaringan semua. Saya bilang, ada hal yang tidak tepat dalam pengelolaan air ini. Ibaratnya luka di kaki obat di kepala,” ungkapnya.

Pria dengan basic pengusaha ini memberikan tantangan khusus kepada Dinas PUPR selaku institusi yang ditugaskan mengelola air bersih, untuk minimal dalam jangka waktu satu bulan, air dari Kilo 14 sudah bisa dialirkan ke IPA di Kilo 6.

Bupati juga mengingatkan Dinas PUPR agar apabila masih ada persoalan terkait hak atas tanah atau lainnya yang berkaitan dengan masalah ulayat agar segera memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait.

“Sesudah kita turun lihat ini, kita berkomitmen dalam hal ini Pemerintah dan Dinas terkait bahwa dalam waktu satu bulan, air dari kilo 14 akan mengalir sampai ke IPA di Kilo 6. Nanti dari situ baru kita pastikan akan didistribusi ke jaringan-jaringan yang ada, baik di Krooy maupun jaringan yang lain lalu kita pastikan masuk ke rumah-rumah masyarakat,” imbuhnya.

Dikatakan, air harus segera dialirkan agar bisa mendeteksi posisi pipa yang patah atau tidak layak lagi difungsikan karena termakan usia, untuk selanjutnya dibenahi sehingga air bersih benar-benar bisa sampai ke rumah masyarakat.

“Mungkin pipa-pipa ada yang sempat kasih putus atau dimakan waktu, itu akan kelihatan dan kita ikuti supaya air ini betul-betul masyarakat bisa nikmati. Bukan hanya dari kilo 14, kilo 6 juga karena sudah ada jaringan dan juga kali Torabe semuanya akan mengalir. Ini tinggal tunggu waktu saja karena kita mempunyai sumber air yang luar biasa,” ujar Bupati.

Baca Juga:  Operasi Zebra Mansinam 2024 Kembali Digelar, Ini Targetnya  

Namun disisi lain, Bupati juga meminta dukungan masyarakat agar kebutuhan dasar air bersih ini dapat segera teratasi. “Mohon dukungan supaya tidak ada lagi keluhan-keluhan Pak Bupati tidak lihat masyarakat karena air tidak mengalir. Ini tanggungjawab pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan kebutuhan dasar kepada masyarakat dalam hal air bersih,” tandasnya.

Tantangan yang diberikan Bupati Kaimana ditanggapi positif oleh Kepala Dinas PUPR, Viktor Klau. Ia optimis, satu bulan kedepan air bersih dari Kilo 14 akan sampai ke IPA di Kilo 6. Selanjutnya, pihaknya akan melakukan pengecekan keberadaan saluran yang sudah terbangun.

“Target satu bulan ini kami optimis bisa terpenuhi untuk alirkan air dari kilo 14 menuju IPA. Setelah di IPA nanti kita akan cek kembali apakah jaringan yang sudah terbangun bisa berfungsi dengan baik atau tidak supaya ketika ada persoalan kita bisa mengetahui letak persoalannya dimana,” ujar Viktor.

Ia juga mengakui, tidak ada kendala yang berat dalam mengalirkan air menuju Kilo 6 karena pada Bulan Februari 2022 lalu pihaknya sudah melakukan uji coba. “Kendala sebenarnya tidak terlalu berat karena kita sudah pernah uji coba pada bulan Februari. Tetapi kami harus mengecek kembali peta jaringan air seperti apa supaya ketika ada persoalan pipa bocor atau putus bisa diketahui letaknya dimana,” terang dia.

Bupati Freddy kembali menambahkan, persoalan mengalirkan air dari sumber air kilo 14, kilo 6 dan kali Torabe ke rumah masyarakat tinggal menunggu waktu. Selain akan mengecek kembali jaringan pipa yang sempat diputus oleh masyarakat, Pemerintah Daerah juga akan melakukan perbaikan sistim jaringan pompa air dari yang sebelumnya dibangun menggunakan panel dialihkan menggunakan tenaga listrik karena jaringan listrik di jalur tersebut sudah tersedia.

“Sesudah kita tinjau lapangan ada Pak Sekda, Asisten II, Kabag Humas dan Dinas PUPR sendiri, komitmennya satu bulan air dari kilo 14 akan sampai ke IPA karena sejumlah sarana prasarana sudah ada. Begitu juga jaringan lama Kali Sukun yang selama ini suplai wilayah kota tahun ini akan kita buat jaringan baru ke rumah masyarakat. Jadi pemerintah Daerah berkomitmen tahun ini air akan mengalir untuk kebutuhan masyarakat yang belum mendapatkan air bersih,” tutup Bupati. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Gaji ke-13 ASN Kaimana Sedang Proses Pencairan, Besarannya Sesuai Gaji Bulan Mei  

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kaimana, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *