Home / Berita Utama / BPBD Kaimana Gelar Simulasi Siaga Bencana Jelang HKB Tahun 2026

BPBD Kaimana Gelar Simulasi Siaga Bencana Jelang HKB Tahun 2026

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kaimana, Rabu (13/5/2026) melaksanakan apel gladi dan simulasi dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 bertempat di SMA Negeri I Kaimana.

Apel yang melibatkan pelajar dan institusi terkait ini, dipimpin Plt. Sekretaris BPBD Kaimana, Yulius Toge, S.IP. Usai apel, dilanjutkan dengan simulasi yang dipandu Stevie Iliando Lumatauw S.IP.

Sekretaris BPBD Kaimana, Yulius Toge, S.IP dalam kesempatan apel mengatakan, peringatan hari kesiapsiagaan bencana bukan sekedar kegiatan seremonial tetapi merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam membangun budaya sadar bencana.

Disebutkan, kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam mengurangi risiko dan dampak bencana. Oleh karena itu BPBD dan seluruh perangkat daerah terus berupaya; meningkatkan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat termasuk di sekolah dan kampung; memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor; melaksanakan simulasi evaluasi bencana secara berkala; serta mengembangkan desa/kelurahan tangguh bencana sebagai ujung tombak kesiapsiagaan.

Baca Juga:  Perbaikan Jalan Belakang Sepanjang 1,5 Km Sudah Dianggarkan

Yulius juga mengatakan, Kabupaten Kaimana merupakan wilayah yang memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Namun di sisi lain, juga menyimpan potensi kerawanan bencana yang perlu diwaspadai bersama.

Berdasarkan kondisi geografis dan kajian risiko bencana daerah lanjutnya, Kabupaten Kaimana memiliki kerentanan terhadap sedikitnya 9 hingga 12 jenis ancaman bencana; antara lain gempa bumi dan tsunami, banjir dan genangan, tanah longsor, gelombang ekstrem dan abrasi pantai, cuaca ekstrim, kekeringan dan kebakaran hutan.

“Kondisi ini diperkuat oleh karakter wilayah Kaimana yang terdiri dari pesisir, dataran rendah dan perbukitan sehingga memiliki tingkat risiko bencana yang kompleks,” imbuhnya.

Ia juga membeberkan, data klimatologi menunjukkan bahwa wilayah Papua Barat termasuk Kaimana memiliki intensitas hujan yang tinggi dalam kondisi tertentu. Curah hujan dapat mencapai lebih dari 140 mm per jam, termasuk kategori hujan sangat lebat dan berpotensi memicu banjir serta tanah longsor.

Baca Juga:  Bupati Ajak Orangtua Rawat dan Dampingi Anak Sebagai Aset Bangsa

Dalam beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Kabupaten Kaimana didominasi oleh banjir dan genangan air pada pemukiman masyarakat, tanah longsor terutama di wilayah perbukitan.

“Dengan jumlah penduduk Kabupaten Kaimana yang telah mencapai lebih dari 64.000 jiwa maka potensi dampak bencana menjadi semakin besar apabila tidak diimbangi dengan kesiapsiagaan yang baik. Namun upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan penuh dari seluruh masyarakat, karena kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Lantik 8 Kepala Kampung Antar Waktu, Bupati Kaimana: Jalankan Pemerintahan Secara Jujur

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si, Senin (11/5/2026) secara resmi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *