Home / Berita Utama / Kepala Dinkes Kaimana Buka Kegiatan Advokasi dan Persiapan Teknis POPM Filariasis  

Kepala Dinkes Kaimana Buka Kegiatan Advokasi dan Persiapan Teknis POPM Filariasis  

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit tropik terabaikan. Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria, ditularkan oleh nyamuk dan tersebar di seluruh wilayah indonesia.

Kecacatan menetap yang disebabkan penyakit ini dapat menimbulkan stigma, psikososial dan penurunan produktifitas penderita dan keluarganya.

Menyikapi masalah ini, 28-29 Mei 2024 berlangsung kegiatan Advokasi, Sosialisasi dan Persiapan Teknis Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Regimen Tiga Obat IDA (Ivermectin, Dec, Albendazole) bertempat di Kaimana Beach Hotel.

Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Arifin Sirfefa, SKM,MM. Peserta kegiatan ini berasal dari pusat yakni NTF/KAPFI, JFT Adminstrator Kesehatan dan Tim RTI Act East, sedang peserta daerah terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi, pengelola program filariasis Dinkes Papua Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten, serta seluruh Puskesmas di Kabupaten Kaimana.

Baca Juga:  24 Kampung di Distrik Teluk Arguni Siap Sukseskan Pilkades Serentak

Kegiatan ini bertujuan; menginformasikan efektivitas dan kelebihan regimen pengobatan alternatif baru untuk POPM filariasis dengan 3 macam obat; memberikan pembekalan teknis persiapan dan pelaksanaan pemberian obat pencegahan massal filariasis dengan regimen IDA bagi petugas kesehatan.

Selain itu; bertujuan mengadvokasi dan mensosialisasikan kepada stakeholder terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat di wilayah kabupaten/kota tentang manfaat POPM filariasis di wilayahnya; serta mendampingi dalam penyusunan perencanaan dan anggaran pelaksanaan POPM di wilayah Kabupaten Kaimana.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Arifin Sirfefa dalam sambutannya, meminta agar pelayanan kesehatan dasar harus dioptimalkan dan menjadi perhatian serius seluruh penyelenggara bidang kesehatan.

Baca Juga:  Yonif TP Kaimana Siap Berkolaborasi dengan Pemda dan Masyarakat Hasilkan Produk Pertanian Langka  

Disebutkan, filariasis atau penyakit kaki gajah, polio dan lainnya merupakan persoalan serius bidang kesehatan yang harus ditangani secara baik, melalui pelayanan dasar kesehatan yang diberikan di setiap pos pelayanan mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, dapat menurunkan penularan kasus filariasis di Kabupaten Kaimana yang berdasarkan survey evaluasi prevalensi mikrofilaria (Pre TAS) tahun 2023 merupakan salah satu kabupaten endemis filariasis di Provinsi Papua Barat.

Hadir sebagai nara sumber dalam kegiatan ini, Ketua PMO Ditjen P2P Kemenkes Lita Sianipar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, tim ahli dan tim kerja NTD. |RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

HAN ke-42, Kepala DPPPA Kaimana Sebut Ribuan Anak Butuh Perhatian Khusus

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Kaimana mencatat ada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *