
KAIMANANEWS.COM – Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Papua Barat memprediksi kualitas udara akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) untuk wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya pada 9-11 Oktober 2026 berada pada kondisi Sedang, Tidak Sehat dan Berbahaya.
Hal ini didasarkan informasi perkembangan El Nino yang disampaikan Kepala BMKG Stasiun Kaimana, James Frederik Wihiawary via WhatsApp Group, Kamis (8/10/2026).
Dalam rilis disebutkan, khusus wilayah Kabupaten Kaimana, kondisi kualitas udara pada 9 September 2026 diprediksi pada posisi Berbahaya diatas 250,4, sementara tanggal 10 Oktober 2026 Sangat Tidak Sehat di angka 150,5 – 250,4 µg/m3 dan tanggal 11 Oktober 2026 juga Sangat Tidak Sehat di angka 150,5 – 250,4 µg/m3.
Secara keseluruhan, prediksi kualitas udara Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai berikut; Tanggal 09 Oktober 2026: Sedang (15,6-55,4 µg/m3) yakni Manokwari, Pegunungan Arfak dan Raja Ampat; Tidak Sehat (55,5 – 150,4 µg/m3) Fak-fak, Kota Sorong, Manokwari Selatan, Maybrat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw; Berbahaya (> 250,4) Kaimana, Teluk Bintuni, Teluk Wondama.
Tanggal 10 Oktober 2026; Sedang (15,6-55,4 µg/m3) Kota Sorong, Manokwari, Pegunungan Arfak, Raja Ampat; Tidak Sehat (55,5 – 150,4 µg/m3) Manokwari Selatan, Maybrat, Sorong, Tambrauw; Sangat Tidak Sehat (150,5 – 250,4 µg/m3) Fak-fak, Kaimana, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama.
Tanggal 11 Oktober 2026; Sedang (15,6-55,4 µg/m3) Kota Sorong, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak; Tidak Sehat (55,5 – 150,4 µg/m3) Fak-fak, Maybrat, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Tambrauw; Sangat Tidak Sehat (150,5 – 250,4 µg/m3) Kaimana, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama. |rls|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik