Home / Berita Utama / Terdeteksi 5 Hotspot Tinggi dan 195 Sedang dari Total 201 Titik Panas di Wilayah Kabupaten Kaimana

Terdeteksi 5 Hotspot Tinggi dan 195 Sedang dari Total 201 Titik Panas di Wilayah Kabupaten Kaimana

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Papua Barat wilayah Kaimana merilis ada sebanyak 5 titik panas dengan Tingkat kepercayaan Tinggi, 195 titik panas sedang dan 1 titik panas rendah dari total 201 titik panas (Hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Kaimana.

Hal ini didasarkan informasi perkembangan El Nino yang disampaikan Kepala BMKG Stasiun Kaimana, James Frederik Wihiawary via WhatsApp Group, Kamis (8/10/2026).  

Disebutkan, total titik panas tersebut didasarkan pada hasil pemantauan tanggal 7 Oktober 2026, dimana terdapat 493 titik hotspot di wiayah Provinsi Papua Barat, yang didominasi oleh Tingkat kepercayaan Sedang sebanyak 477 titik (96.8%), sedangkan tingkat kepercayaan Tinggi sebanyak 6 titik (1.2%) dan tingkat kepercayaan Rendah sebanyak 10 titik (2.0%).

Baca Juga:  Lepas 38 Jamaah Calon Haji, Bupati Kaimana Pesan Jaga Kebersamaan dan Doakan Kaimana  

Sebaran hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Kaimana sebanyak (201 titik), diikuti Kabupaten Teluk Bintuni (154 titik) dan Kabupaten Fak-Fak (131 titik). Khusus wilayah Kabupaten Kaimana, hotspot dengan tingkat kepercayaan rendah 1 titik, kepercayaan sedang 195 titik dan kepercayaan tinggi sebanyak 5 titik.

Dijelaskan, Tingkat kepercayaan Rendah menunjukkan kemungkinan kecil adanya titik api dan masih perlu dipastikan lebih lanjut; Tingkat kepercayaan Sedang, menunjukkan kemungkinan cukup besar adanya titik api di lapangan; Tingkat kepercayaan Tinggi, menunjukkan kemungkinan besar adanya titik api aktif dan perlu segera ditindaklanjuti. |isw|

Baca Juga:  Besok Pimpinan Defenitif DPRD Kaimana Dilantik

BMKG mengingtakan, seiring menguatnya kondisi kering di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan titik panas (hotspot) serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, hutan, dan lahan kering.

Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas. |rls|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Hasan Apresiasi Kontribusi TNI Dalam Memelihara Keamanan di Kaimana

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si mengatakan, kontribusi TNI bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *