
KAIMANA- Kebutuhan tenaga guru kontrak di Kabupaten Kaimana berdasarkan analisis kebutuhan guru berjumlah 229 orang. Jumlah ini akan diakomodir melalui seleksi tertulis pada 23 Maret 2019. Prndaftaran peserta sendiri saat ini tengah berlangsung dan akan ditutup pada 20 Februari 2019.
“Kita sudah gelar rapat dan menyangkut kuota yang akan diterima kita sesuaikan dengan DPA dinas, serta analisis kebutuhan guru dari masing-masing jenjang. Dimana berdasarkan analisis itu, untuk SMP sebanyak 80, SD 87 dan PAUD 62,” terang Ketua Panitia Seleksi, Sahri, S.Pd.
Dikatakan, penerimaan guru kontrak ini disesuaikan dengan kebutuhan sekolah terutama di kampung-kampung, ayang diperkuat dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang nanti akan diserahkan oleh masing-masing kepala bidang kepada panitia.
Terkait syarat pendidikan bagi para pelamar, Sahri ayang dikonfirmasi di ruang kerjanya menegaskan, pelamar diwajibkan berkualifikasi pendidikan minimal S1, yang dibuktikan dengan salinan ijazah terakhir. Sementara pelamar dengan ijazah SMA akan langsung ditolak.
“Harus berpendidikan minimal S1 itu sudah menjadi syarat wajib. Karena aturan baru sekarang ini, standar pendidikan guru pada seluruh jenjang itu harus minimal S1. Jadi kalau ada pelamar yang menyodorkan ijazah SMA, kami langsung tolak,” tegasnya, Kamis (14/2).
Ia lebih jauh menerangkan, seleksi dilakukan untuk melihat kompetensi para calon tenaga pendidik. Mereka diharuskan menjawab 50 soal, yang berkaitan dengan kompetensi dan integritas, serta kemampuan menganalisis permasalahan saat berada di tempat tugas.
“Kita ingin guru yang nanti akan dikirim mengajar memiliki standar pedagogik, artinya mereka selain memiliki kemampuan secara akademik, juga memiliki keperibadian yanga baik serta profesional. Untuk soal ujiannya, saat ini sedang disusun melibatkan sejumlah pengawas yang memahami kaidah-kaidah penyusunan soal,” ungkap Sahri.
Ditambahkan, setelah pendaftaran ditutup pada 20 Februari, panitia akan melakukan verifikasi jumlah peserta untuk memastikan jumlah ruang ujian yang akan digunakan. Ujian sendiri akan dilaksanakan di SMP Negeri I Kaimana pada siang hari, setelah aktivitas belajar mengajar pada sekolah tersebut selesai. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik