
KAIMANANEWS.COM – Komisi A DPRK Kaimana meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kaimana benar-benar dikelola secara maksimal dan mengacu pada ketentuan yang sudah ditetapkan, baik terkait jumlah yang harus disalurkan, menu yang harus disiapkan, maupun jam pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah.
Hal ini ditegaskan Ketua Komisi A DPRK Kaimana, Hardiman menanggapi laporan dari sejumlah pihak terkait layanan MBG yang tidak maksimal. Salah satunya dialami SMK Negeri 2 Kaimana, dimana jatah MBG yang diterima pihaknya, merupakan jatah MBG sekolah lain yang dialihkan, sehingga jumlahnya kurang dari jumlah siswa di sekolah mereka.
Selain itu, anggota Komisi A DPRK Kaimana juga menerima laporan lainnya terkait menu MBG yang sering tidak lengkap, terkadang tanpa sayur dan tanpa ikan, serta pendistribusian MBG ke sekolah-sekolah yang sering terlambat, bahkan hingga diatas Pukul 13.00 WIT.
Menyikapi persoalan ini, Hardiman yang didampingi anggota Komisi A Marthina Putnarubun, Mimi Selly dan Ronial Rantetasak, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, dengan melakukan pengecekan ke dapur yang melayani makan bergizi gratis.
Sementara terkait jumlah MBG yang tidak sesuai jumlah siswa penerima, Hardiman meminta agar pengelola MBG, terutama pihak dapur yang menyediakannya agar bersikap adil dan konsisten dalam memberikan pelayanan.
“Kalau dikasih semua yang semuanya dapat, kalau tidak ya semuanya tidak dapat. Ini program pemerintah pusat, jangan sampai laporan keatas lengkap ternyata di lapangan kurang. Kalau yang lain makan, yang lain tidak bagaimana? Memang benar penyaluran MBG ini tidak bisa satu kali tapi bertahap. Makanya kita turun lapangan hari ini, kita ngecek langsung supaya tahu sejauhmana,” ungkapnya.
Sementara terkait waktu pendistribusian MBG dari dapur ke sekolah, Ketua Komisi A DPRK Kaimana ini meminta agar pengiriman MBG ke sekolah-sekolah dipercepat, sehingga pada Pukul 11.00 WIT makanan sudah dibagikan kepada siswa.
“Minimal jam 11 itu sudah diantarkan ke sekolah-sekolah. Kalau jam 1 baru tiba bisa-bisa tidak sempat dimakan. Kalau kasih jam 11 kan semua anak bisa makan, tapi kalau kasih MBG jam 1, kasihan yang tidak punya uang, mereka harus menahan lapar,” ujarnya.
Hardiman juga meminta pihak sekolah yang memiliki kantin agar tidak mendahulukan kantin dari MBG. Hal ini perlu menjadi perhatian mengingat tidak semua anak memiliki uang untuk jajan.
“Jangan sampai supaya kantin laku dulu baru makanan gratisnya dibagikan. Ini jangan sampai terjadi, kasihan anak-anak, apalagi banyak anak-anak kita yang dari kampung. Jadi MBG harus dibagikan jam 11, kalau terlambat pengirimannya nanti kita cek ke dapur,” ujarnya. |isw|








KAIMANA NEWS Media Informasi Publik