
MESKI telah mendapatkan dukungan dana sebesar Rp.2 Miliar dari Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD), Sunset Mix Choir (SMC), kelompok paduan suara besutan LPPD Kaimana masih mengalami kekurangan dana untuk mengikuti ajang kompetisi Grand Prix of Nations 2019 di Kota Gothenburg, Swedia pada 3-18 Agustus 2019.
Untuk mendapatkan tambahan dana, belum lama ini tepatnya Selasa 25 Juni, SMC menggelar konser bertajuk ‘Kaimana Bermazmur Sampai Ujung Dunia’ bertempat di Gedung Pertemuan Kabupaten Kaimana Jalan Casuarina Krooy. Konser dengan tiket Rp.200.000 per orang ini, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp.700.000.000.
Ketua LPPD Kaimana, Fredy Zaluchu, S.STP, M.Si menyampaikan ini, Rabu (26/6/2019). Dijelaskan, untuk mengatasi kekurangan dana, pihaknya melaksanakan sejumlah kegiatan tambahan, termasuk salah satunya konser penggalangan dana dan mengajukan proposal kepada Pemprov Papua Barat dan sejumlah perusahaan.
Dikatakan, total dana yang dibutuhkan untuk memberangkatkan peserta menuju Swedia adalah sebesar Rp.4,6 Miliar. Saat ini, meskipun Pemerintah Daerah telah mendonasikan sebesar Rp.2 Miliar melalui LPPD, ditambah hasil konser dan lainnya, namun dana yang terkumpul belum mencapai angka yang dibutuhkan.
“Kami berterima kasih kepada para donatur dan Pemerintah Daerah yang telah membantu dalam hal pendanaan. Untuk peserta, awalnya berjumlah 65 orang namun karena beberapa diantaranya terikat pekerjaan dan lain-lain, sekarang tersisa 55 orang,” ujar Fredy sembari menambahkan, proposal permohonan dukungan dana yang sudah diajukan kepada Pemrov PB dan perusahaan-perusahaan, hingga saat ini belum mendapat jawaban.
Sebelumnya, saat ditemui pada 6 Maret lalu, Ketua LPPD Kaimana yang sukses membawa timnya mengharumkan nama Kaimana dan Papua Barat di ajang Pesparawi Tingkat Nasional di Pontianak tahun lalu ini menjelaskan, keberangkatan PS Sunset Mix Choir ke Swedia tidak dalam rangka mewakili daerah.
Tetapi merupakan sebuah reward kepada para peserta, setelah sukses memperoleh champion pada Pesparawi Nasional di Pontianak, sekaligus persiapan menghadapi Pesparawi XIII se-Tanah Papua di Timika pada Tahun 2020 mendatang.
“Sebenarnya tidak dalam rangka mewakili siapa-siapa, tapi ini semacam reward setelah kemarin kita champion di nasional. Sebagai Ketua LPPD saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang turut memberikan dukungan kepada kami mengikuti even kelas internasional ini. Disisi lain kami ingin menjadikan ini sebagai sebuah try out menuju Pesparawi Timika 2020,” jelas Kepala Inspektorat Kabupaten Kaimana ini.
Untuk diketahui, meskipun keberangkatan PS Sunset Mix Choir ke Swedia tidak dalam rangka mewakili daerah atau siapa pun, namun kehadiran mereka di ajang paling bergengsi tingkat dunia ini, dengan sendirinya akan mengharumkan nama Kaimana dan Papua Barat, bahkan Indonesia pada umumnya di tingkat internasional. |CR14|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik