
Oleh : Germanus Yeuyanan, M.Pd.
Pembelajaran Matematika di sekolah-sekolah harus direformasi. Pasalnya, Matematika yang diajarkan pada siswa biasanya abstrak sehingga anak kesulitan memahami konsep-konsep Matematika, serta tidak berkembang logikanya. Metode pembelajaran Matematika yang tidak tepat itu justru mengakibatkan anak-anak lemah dalam menghitung. Padahal, kemampuan menghitung mulai dari penambahan, perkalian, pengurangan, serta pembagian dibutuhkan untuk penguasaan sains, seperti Fisika dan Kimia.
Selain itu Matematika merupakan salah satu ilmu yang sangat banyak kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh dalam kehidupan. Banyak hal yang sulit menjadi mudah dengan penggunaan matematika, baik dari segi teori maupun praktik, sebagai contoh kejadian di sekitar kita, pada saat berbelanja tentu saja operasi hitung sangat diperlukan.
Menjumlahkan, mengalikan, mengurangkan dan membagi tanpa disadari digunakan pada saat berbelanja. Transaksi pembayaran akan lebih mudah kalau kita bisa menggunakan proses perhitungan secara matematika dengan baik. Meski penerapan operasi hitung matematika banyak manfaatnya, namun banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika itu sulit untuk di pahami. Siswa sulit untuk menerapkan teori matematika pada kehidupan sehari-hari.
Sejalan dengan hal ini suatu proses pembelajaran dengan mengunakan Matematika GASING merupakan pembelajaran yang dikemas secara Gampang Asik dan Menyenangkan dengan penyampaian pemahaman materi ke peserta didik secara konkrit menuju ke abstrak sehingga ranah kognitif dan psikomotrik siswa bisa bekerja dengan baik. Dimulai dari benda kongkrit yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, kemudian melanjutkan dengan pengenalan alat peraga yang berkaitan dengan materi pelajaran sebagai model semi kongkrit.
Matematika GASING merupakan suatu cara belajar matematika dengan lebih gampang, asyik dan menyenangkan yang dilakukan langkah demi langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan selama pembelajaran matematika. GASING adalah singkatan dari GAmpang, aSyIk dan menyenaNGkan. Selama proses pembelajaran dengan matematika GASING siswa dikenalkan dengan benda-benda konkrit diarahkan ke simbol-simbol abstrak dari materi yang dipelajari siswa kemudian mencongak sebagai bentuk evaluasi.
Menurut Prof. Yohanes Surya, dalam matematika GASING dideskripsikan sebagai proses pembelajaran yang membuat siswa ketika belajar matematika merasa gampang, asyik dan menyenangkan. Selama proses pembelajaran, siswa dikenalkan dengan logika matematika yang mudah dipelajari dan diingat oleh siswa dan siswa mempunyai keinginan untuk belajar tanpa adanya paksaan, serta siswa akan merasa adanya kepuasan dalam mempelajari matematika dengan penggunaan alat-alat peraga dan permainan yang berkaitan dengan materi pelajaran matematika yang sedang di pelajari.
Metode GASING adalah suatu metode pembelajaran langkah demi langkah yang membuat anak menguasai materi secara gampang, asyik dan menyenangkan. Kunci metode GASING ini adalah proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya. Pentingnya proses langkah demi langkah ini dalam metode GASING tercermin sewaktu anak-anak belajar suatu topik, ada titik kritis yang harus mereka lewati.
Setelah mencapai titik kritis ini mereka tidak akan sulit lagi mengerjakan soal dalam topik tersebut. Dalam pembelajaran metode GASING ini anak-anak diajak bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga sehingga benar-benar terasa dan terbayang konsep yang ingin disampaikan. Jadi yang abstrak selalu diawali dengan sesuatu yang konkrit, sehingga anak-anak dapat jauh lebih mudah mengerti dan mengaplikasikan konsep yang diajarkan.
Salah satu ciri khas lain dari metode GASING adalah anak-anak dapat melakukan perhitungan di luar kepala (mencongak) dengan cepat. Selain itu, pembelajaran metode GASING disampaikan dengan cara yang menyenangkan, selain bermain dengan alat peraga, anak-anak menyanyikan lagu untuk menghafal perkalian misalnya, atau bermain sebuah “games” berhitung yang seru. Dengan begitu anak-anak terdorong untuk belajar terus menerus tanpa paksaan, ini yang dimaksud dengan asyik dan menyenangkan dalam GASING.
Berdasarkan berbagai alasan mendasar di atas, maka kami sebagai Pemimpin di SDN.3 Kaimana mengambil kebijakan untuk bertindak sebagai instruktur atau narasumber dalam memberikan pelatihan Matematika Metode Gasing bagi bapak / ibu guru di sekolah dengan satu harapan bahwa apabila bapak / ibu guru sudah menguasai Matematika Metode Gasing dengan baik, maka dengan sendirinya akan mengaplikasikannya kepada siswa sehingga siswa yang bersekolah di SDN.3 Kaimana akan mempunyai kemampuan hitung yang baik dan mereka tidak lagi takut dengan matematika.
Selain itu kegiatan Pelatihan ini bisa dilaksanakan karena pada Tahun 2021 sekolah kami dinilai oleh Kementerian Pendidikan sebagai sekolah berprestasi sehingga mendapat bantuan Dana BOS KINERJA. Untuk memenuhi Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor : 210/P/2001 tentang Sekolah Penerima Dana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja Tahun Anggaran 2021 terutama pada pasal 8 ayat 2 menyebutkan bahwa penggunaan Dana BOS Kinerja untuk melakukan peningkatan prestasi dan talenta peserta didik sehingga kami sebagai pimpinan di SDN.3 Kaimana merasa tepat untuk dilaksanakanya Pelatihan Matematika Metode Gasing kepada bapak / ibu guru agar dapat meningkatkan prestasi di sekolah khususnya pada bidang studi Matematika.
Adapun Tujuan dari Pelatihan Matematika Metode Gasing bagi Guru di SDN.3 bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dalam memberikan pembelajaran matematika di sekolah dan untuk menjadikan bidang studi Matematika sebagai bidang studi unggulan di SDN.3 Kaimana agar peserta didik dapat bersaing dan meraih prestasi dalam berbagai ajang lomba / seleksi pada tingkat Kabupaten, Provinsi maupun Nasional. Berikut ini ada beberapa hal yang membuat metode GASING sangat Istimewa yaitu :
- Menembus segala dimensi umur, metode GASING tidak hanya cocok dipelajari anak-anak, tapi juga orang dewasa.
- Selalu diawali dengan konkret (bukan abstrak), sehingga sangat mudah dimengerti.
- Menghitung CEPAT (tambah, kali, kurang, bagi) tanpa alat.
- Menghitung dengan mencongak, sehingga anak-anak harus membayangkan hasil-hasil yang telah dihitung, hal ini akan memacu kerja otak kanan, dengan banyaknya imaginasi, anak-anak akan lebih kreatif.
- Meningkatkan IQ, mengerjakan soal-soal matematika GASING terbukti kecerdasan intelektualnya semakin meningkat.
- Meningkatkan EQ, anak-anak akan lebih mandiri, disiplin, bertanggungjawab, dan jujur.
- Meningkatkan AQ, punya daya juang yang tinggi.
- Psikomotorik meningkat, karena mengerjakan soal-soal matematika memacu ketrampilan tangan.
- Seluruh materi Matematika GASING sesuai kurikulum sekolah.
- Efisiensi WAKTU, HANYA butuh 6 bulan menyelesaikan seluruh materi SD 6 tahun.
- Mengurangi kepikunan (tambah awet muda lho…).
- Meningkatkan kesehatan (membakar kolesterol).
Akhirnya kami sebagi pimpinan di SDN.3 Kaimana berharap agar dengan mengikuti Pelatihan Matematika Gasing ini, guru dapat meningkatkan prestasi peserta didik khususnya pada bidang studi matematika. Guru hendaknya mulai membiasakan menggunakan metode matematika Gasing dalam pembelajaran. Guru hendaknya menjelaskan tata cara pelaksanaan pembelajaran metode matematika Gasing dengan rinci dan jelas, agar siswa benar-benar memahami tata cara pelaksanaan metode matematika Gasing.
Dengan demikian, pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang direncanakan. Harapan bagi siswa agar rajin berlatih soal-soal matematika mengunakan teknik metode matematika Gasing, sebab semakin sering berlatih dan mengerjakan soal-soal matematika, maka pengetahuan akan semakin bertambah. Selain itu siswa perlu memperhatikan dengan sungguh-sungguh penjelasan dari guru, baik mengenai materi pembelajaran, maupun tata cara pelaksanaan metode matematika Gasing.
Sebagai penutup tulisan ini penulis mengutip statement dari Prof. Yohanis Surya yang mengatakan bahwa tidak ada anak yang bodoh di dunia ini, hanya karena belum mendapatkan pembelajaran dari guru yang baik dan metode yang benar. ***
|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik